Thursday, April 25, 2013

Langkah-langkah membeli rumah dengan cara kredit KPR

Posted by Roby at 12:50 AM
Bila Anda ingin memiliki rumah dan tidak dapat beli rumah secara kontan atau tidak memiliki tanah untuk membangun rumah sendiri maka pilihan yang tepat adalah dengan cara kredit KPR melalui bank. KPR adalah singkatan dari Kredit Pemilikan Rumah. Ada 2 stakeholder berbeda dalam KPR, yaitu Bank penyedia KPR dan Developer penyedia rumah yang akan di KPR kan, meskipun keduanya selalu bekerja sama tapi perlu diingat keduanya memiliki fungsi dan wewenang tersendiri soal KPR yang tidak dapat dicampuradukkan. Berikut panduan cara kredit KPR.

Langkah-langkah dan persyaratan kredit KPR rumah:

  1. Menentukan rumah yang akan dibeli dengan cara kredit KPR. Ada 2 cara untuk langkah pertama ini, datang ke bank dan minta informasi lokasi-lokasi rumah yang tersedia untuk kredit KPR, yang kedua Anda mencari sendiri rumah atau perumahan melalui koran, internet, survei langsung ke beberapa lokasi atau info dari iklan. Sebaiknya cari beberapa alternatif rumah yang akan di beli yang nanti akan dibandingkan dari sisi harga, kemudahan proses kredit KPR rumah, dll.
  2. Langkah kedua, bila rumah target sudah dipilih, tanyakan segala hal yang berhubungan dengan rumah tersebut, misal Anda memilih perumahan, tanyakan berapa harganya, berapa uang mukanya, berapa biaya tanda jadinya, apakah rumah sudah dibangun atau baru akan dibangun setelah bayar uang muka, lihat gambar denah dan desainnya, pastikan lokasinya dengan benar, cek fasilitas rumah dan perumahan, bila rumah baru akan dibangun, pastikan pula berapa lama rumah dibangun, dan tanyakan juga bagaimana proses kredit KPR rumah nantinya. Silakan baca juga artikel tentang tips membeli rumah dan artikel terkait yang bisa memberikan inspirasi bagi Anda berjudul tips memiliki rumah.
  3. Bila segala informasi sudah jelas dan Anda pahami, langkah selanjutnya adalah bayar tanda jadi sebagai bukti pemesanan rumah atau kavling biar tidak keduluan orang atau biar gak keburu naik harganya. Biasanya tiap developer berbeda-beda, ada yang bebas tanpa batas waktu, ada yang mengharuskan bayar uang muka setelah beberapa waktu, ada yang hangus bila tidak jadi, ada juga yang dikembalikan.
  4. Langkah berikutnya adalah bayar uang muka KPR bila Anda sudah positif jadi membeli rumah, umumnya tanda jadi merupakan bagian uang muka, jadi bila Anda sudah membayar tanda jadi, maka uang muka hanya dibayarkan sisanya saja. Uang muka akan dikembalikan jika pengajuan KPR rumah akhirnya ditolak oleh bank.
  5. Setelah bayar uang muka, langkah selanjutnya adalah pengajuan kredit KPR rumah ke bank yang dipilih. Biasanya developer akan menguruskan pengajuan ini ke bank yang sudah menjadi partnernya, bila memilih bank lain biasanya kita diminta mengajukan kredit KPR rumah sendiri. Pengajuan kredit KPR rumah membutuhkan waktu yang lumayan, bisa mencapai 1 bulan, dimana persyaratan kpr dari bank sudah ditentukan seperti fotokopi rekening koran semua tabungan, surat keterangan bekerja, slip gaji 3 bulan terakhir, menjadi pengawai tetap minimal 2 tahun, fotokopi KTP, KK, Surat Nikah, dll tergantung masing-masing bank. Selama proses pengajuan berlangsung setelah persyaratan diserahkan ke bank, biasanya ada survei, bank biasanya survei ke tempat dimana kita bekerja, jadi jangan memcoba berbohong soal ini. Bank juga akan melakukan pengecekan ke BI (Bank Indonesia) untuk memastikan Anda dan istri Anda (jika sudah berkeluarga) tidak termasuk dalam black list terkait history kredit yang mungkin pernah dilakukan sebelumnya. Anda juga akan dipanggil untuk diwawancarai soal keuangan Anda, bila Anda terbiasa mengelola keuangan rumah tangga dengan baik, tentu akan santai-santai saja saat wawancara. Satu hal yang perlu diperhatikan, kemampuan Anda dimata bank. Disini pengahasilan Anda dan atau istri dan juga berapa harga rumah, uang muka, dan lama cicilan akan saling mempengaruhi. Umumnya bank akan mensyaratkan cicilan maksimal adalah 30% gaji, ada juga yang membolehkan 40% gaji, ada yang bisa digabung antara penghasilan Anda dengan istri, ada yang hanya mensyaratkan gaji suami saja. Perlu diingat pula meskipun gaji Anda tinggi dan bila dipotong 30% gaji masih banyak lebih untuk keperluan sebulan, bank tidak akan bisa ditawar, bank akan menjawab penghasilan besar, kebutuhan juga pasti akan besar, jadi berapapun gaji Anda, maka harus rela hanya bisa digunakan untuk cicilan kredit KPR rumah hanya 30% nya saja, jangan lupa bila Anda sudah pernah kredit sebelumnya dan masih berjalan itu akan dianggap termasuk dalam 30%. Harga rumah, uang muka, lama cicilan, dan besar gaji akan saling mempengaruhi yang lainnya, bila salah satu ada yang dikurangi maka yang lainnya harus lebih tinggi, contohnya, bila cicilan kredit KPR per bulan ingin diturunkan, maka uang muka harus ditambah, atau jika tidak, lama cicilan diperpanjang. Anda perlu berpikir lebih untuk menentukan hal ini dan itu juga bergantung ketersediaan uang tunai Anda saat akan membeli rumah. Jangan khawatir, pasti ada jalan keluar bila mau bersabar, atau Anda bisa baca artikel tentang "tips mencari perumahan murah".
  6. Jika pengajuan kredit KPR rumah Anda ditolak bank, maka apa boleh buat, Anda perlu memutar arah untuk mencari peluang lain, seperti rumah yang lebih murah, atan menabung dulu untuk mengumpulkan uang muka, atau mencari rumah yang benar-benar murah. Tapi bila pengajuan kredit KPR rumah diterima oleh bank, maka selanjutnya adalah proses pembangunan rumah untuk rumah yang belum dibangun atau pelaksanaan akad kredit untuk rumah yang sudah siap diserahterimakan. Anda perlu menyiapkan setidaknya 5 juta rupiah untuk proses ini, ada banyak biaya yang dikeluarkan seperti pajak, asuransi, biaya notaris, administrasi, dll.

Baiklah, saya ringkas aja bagaimana cara kredit KPR, yaitu: pemilihan rumah – bayar tanda jadi – bayar uang muka – pengajuan kredit KPR – survei dari bank dan wawancara – pembangunan rumah – akad kredit. Uang yang perlu Anda persiapkan adalah uang muka yang umumnya 30% dari harga rumah, ada juga yang 35% atau bahkan 10 – 20 % tergantung masing-masing developer. Uang muka rendah biasanya untuk perumahan yang harganya juga lebih murah. Anda juga perlu mempersiapkan setidaknya 5 juta rupiah untuk proses akad kredit dan cicilan pertama kredit KPR. Semoga dengan mengetahui cara kredit KPR ini dapat mempermudah Anda yang ingin memiliki rumah dengan cara kredit KPR.

"Untuk kebaikan para pembaca, silahkan lanjutkan membaca poin penting berikut berkaitan dengan KPR:

ILUSI RIBA... DAN KITA MENIKMATINYA!

"Waah selamat ya bu.. Mobil baru nih, platnya masih putih, interiornya masih wangi bau pabrik.."
"Eh.. Iya.. iya jeng, makasih.. Alhamdulillah dikasih rejeki oleh Allah"
(Dalam hati: duuuh.. Gak tau dia kalo mobil ini kredit, cuman DP 30 juta, sisanya ngangsur 4 tahun)

"Wuuiik! Motor baru brooo.. Dah 150CC ini yak? Makin ganteng lu pakai motor ini.. Beli cash berapa bro?"
"Yooi cuy! Tarikannya mantaab, ngepoott bisa muter 470 derajat celsius! Enteeng dah.."
"Beli di dealer mana? Beli cash berapa bro?"
"Eh elu haus enggak.. Ada yang jual es tebu tuh disana!"
(Dalam hati: waaaduuuh, ketahuan beli kredit gengsi nih gua! dah ganteng-ganteng gini masak naik motor utangan, jadi GGK dong.. Ganteng-Ganteng Kreditan!)

"Waah pak, rumahnya nyaman sekali di kompleks ini, fasilitasnya lengkap, banyak pohonnya.. Belinya berapa pak kemarin?"
"Aah.. Masih milik bank rumah ini pak, saya KPR 15 tahun, kalau gak nekat ya susah beli rumah jaman sekarang pak.. Bayar DP aja, nanti nyicil urusan belakangan"
"Ooo gitu ya pak.. Saya mau KPR tuh gak berani pak, 15 tahun saya bayar cicilan. Saya milih beli tanah yang murah aja pak, pelan-pelan saya bangun tiap dapat rejeki, alhamdulillah sudah mau 4 tahun, bulan depan mau masang gentengnya pak.."
"Eh iya pak.. Saya juga sempet mikir gitu dulunya, tapi aduh ini mumpung dapat yang cocok pak, akhirnya nekat aja deh.."

"Heeei.. handphone baruu yaa! Gilee iPhone 6S plus! Ini kan mahaaal gilak! 14 juta kan harganya!"
"Yaa demi komunikasi laah biar lancar, kalo lancar kan kerjaan juga gak ketinggalan, beres semua ditangan"
(Dalam hati: gak tau dia, aku beli hape ini gesek 2 kartu kredit, sebulan bayar 1,3 juta sampai 12 kali bayar. Gak papa lah.. Kalo aku pakai hape ini kan orang juga segen ngeliatnya.."

"Ciyeee yang habis pulang dari Dubai.. Foto-fotonya eksis benerrrr di instagram! Keren lo.. Oleh-oleh mannaa?"
"Eh iyaaa.. Mumpung masih muda, sebanyak apapun tempat itu kita jelajahi, biar gak nyesel nanti kalau udah tua bro! Pokoknya bisnis jalan, ownernya jalan-jalan.."
(Dalam hati: duuh, jangan sampai tau dia.. Beli tiketnya kemarin pakai kartu kredit utangan, jalan-jalan sekarang, bayarnya cicil hingga 2 tahun ke depan...)

Mmmmm.....
Gak usah nunjuk siapa-siapa, lebih baik kita ambil kaca, yang gede sekalian. Berdiri di depannya.. Naaah itulah pelakunya!

Ilusi menjadi orang kaya, padahal sebenarnya belum mampu punya..
Kredit adalah kewajiban, yang penting keren deh itu tongkrongan..
Hutang adalah kebiasaan, yang penting harga diri naik drastis di depan teman..

Dan kita tidak sadar, bertahun-tahun kita terjebak dalam hutang dan kredit yang membelenggu hidup kita, merampas uang kita, bunga berbunga tak ada habisnya, cicilan demi cicilan tak ada ujungnya..
Sakit!!
Perih!!
Baru sekarang sadar, ternyata gaya hidup yang sudah menjebak kita..

Rejeki dari Allah itu PASTI CUKUP untuk hidup.. Tapi tak akan pernah cukup untuk gaya hidup!

Dan yang baru sekarang kita sadar, hutang-hutang kredit yang kita ambil itu adalah hutang RIBA!
RIBA? Apa itu mas?
RIBA adalah RAIB!
Rejeki yang asalnya dari riba akan berakhir dengan keraiban, hilang, musnah, semu, dan tidak ada keberkahan di dalamnya.

Semua pinjaman yang meminta kelebihan bayar jatuhnya RIBA, dan proses itu bisa terjadi dalam akad jual beli dan hutang-piutang!
Contoh:
1. Dalam akad hutang:
RIBA QARDH: hutang uang 1 juta dalam waktu 6 bulan, harus dikembalikan dengan bunganya 15%

RIBA JAHILIYAH: hutang harus kembalikan dalam waktu 1 bulan, jika tidak tambah 10%

RIBA NASI'AH: barang kredit tidak lunas dalam 1 tahun tambah denda 10%.

2. Dalam akad jual beli:
RIBA FADL: emas 5 gram, ditukar dengan emas 5,5 gram.
Atau
Menukar emas dengan perak secara kredit

-------------
"Mas siapa sih yang rese' bikin aturan RIBA itu haram dan dilarang? Padahal kan selama ini kita dah enak, bisa utang sana sini, bisa nyicil sana sini, bisa menikmati banyak hal bayar belakangan!"

Naaah.. Itulah masalahnya bro! Aturan tentang riba haram ini bukan ada di Undang Undang buatan DPR, bukan di PP buatan Presiden apalagi Kapolri!
Ini aturan Allah bro! Allaaah!
Tuhan yang menciptakan kita..
Yang menghidupkan kita,
dan kelak PASTI mematikan kita!

Wakwaaawww!
"Duuuh.. Masak sih mas?"
Gini gini coba dibaca ini, jangan kaget!
1. Majelis Ulama Indonesia (MUI) melalui Fatwa No. 1 tahun 2004 menyatakan bahwa praktek perbungaan saat ini baik yang dilakukan Bank, Asuransi, Pasar Modal, Pegadaian, Koperasi dan lembaga keuangan lainnya maupun yang dilakukan individu termasuk salah satu bentuk Riba, dan hukumnya HARAM.
Gak percaya? Nih download surat resminya MUI disini → http://mui.or.id/wp-content/uploads/2014/11/32.-Bunga-InterestFaidah.pdf

2. Ketetapan akan keharaman bunga bank oleh berbagai Forum Ulama Internasional, antara lain:
a. Majma’ul Buhuts al-Islamiyyah di al- Azhar Mesir pada Mei 1965. Ada 300 ulama seluruh dunia berkumpul sepakat tentang ini.
b. Majma’ al-Fiqh al-Islamy Negara- negara OKI yang diseenggarakan di Jeddah tgl 10-16 Rabi’ul Awal 1406 H/22-28 Desember 1985.
c. Majma’ Fiqh Rabithah al-‘Alam al- Islamy, Keputusan 6 Sidang IX yang diselenggarakan di Makkah tanggal 12 – 19 Rajab 1406 H.
* Keputusan Dar al-Itfa, Kerajaan Saudi Arabia, 1979
* Keputusan Supreme Shariah Court Pakistan 22 Desember 1999.

------------
"Mas kalau seluruh ulama mengharamkan riba, kenapa praktek itu masih ada dimana-mana?"
Naaah... Karena ulama itu tidak memegang kekuasan bro, yang megang kuasa itu pemerintah. Tau sendiri kan negara kita, soal hutang jagoannya? Denger-denger hutang negara kita sudah 4300 trilyun! Kalo ditulis jadinya ini: Rp. 4.300.000.000.000.000!!
Kalo dibelikan cendol, klekep berapa kabupaten itu bro?

Dan tau enggak, kenapa ulama seluruh dunia mengharamkan? Mereka gak main-main, dasarnya Quran dan Hadist jelasssss banget! Cuman kita aja yang selama ini ngeyel, gak mau belajar ilmunya, cari pembenaran sendiri, ngutak-ngatik hukum dan aturan Allah biar yang haram jadi sedikit halal..

Padahaaal... Khamar itu haram, walaupun diminum di halaman mushola, pakai sarung, baju koko dan peci, minumnya cuman 1/4 sloki sambil baca Bismillah.. Tetap Haram!

Ketika kita ngeyel main-main dengan harta riba, maka yang terjadi KITA DAPAT UANGNYA, TAPI TIDAK DAPAT KEBERKAHANNYA..
Uangnya dapat, tapi entah pergi kemana?..
Kayaknye megang duit, tapi kok semua urusan jadi sulit..
Duit segepok, tapi halangan datang terus gak kapok-kapok...
Rekening kayaknya nambah, tapi sering dapat musibah..
Dapat uang sebukit, tapi keluarga terus-terusan sakit..
Itulah ciri rezeki yang tidak ada keberkahannya..

Padahal Allah jelasss banget mengingatkannya..
“Hai orang-orang yang beriman, bertakwalah kepada Allah dan TINGGALKAN SISA RIBA (yang belum dipungut) jika kamu orang-orang yang beriman. Jika kamu tidak mengerjakan (meninggalkan sisa riba), MAKA KETAHUILAH, BAHWA ALLAH DAN RASUL-NYA AKAN MEMERANGIMU. Dan jika kamu bertaubat (dari pengambilan riba), maka bagimu pokok hartamu, kamu tidak menganiaya dan tidak (pula) dianiaya.”
(Al-Baqarah: 278-279)

Astagfirulllah.. Kita ngeyel, bakal diperangi langsung oleh Allah dan Rasulnya..

Nabi pun terus mengingatkan betapa bahayanya riba, karena efek menghancurkannya bertahun-tahun dalam kehidupan seseorang:

"Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknat pemakan riba (rentenir), penyetor riba (nasabah yang meminjam), penulis transaksi riba (sekretaris) dan dua saksi yang menyaksikan transaksi riba..”
Kata beliau, “Semuanya sama dalam dosa.” (HR. Muslim no. 1598)

Astagfirullah.. Double kick langsung mental terkapar kita!

"Terus kalo sudah terjebak dalam riba gimana mas? Bertahun-tahun terkekang hidup, tambal sulam dari hutang ke hutang.. Gali lobang tutup empang! Eh.. Nutup empang kecemplung jurang!"

Ya ayooo kita berjuang bareng, kita hijrah dari gaya hidup penuh hutang menuju hidup tanpa hutang.. Tanpa riba.. Pasti bakal tenang hidup kita.
Memang tidak mudah kawan, tapi justru disitulah bagian dari ikhtiar kita, saling mendukung dan saling mendoakan..
Ada yang selasai dalam hitungan bulan..
Ada yang hitungan tahun..
Tidak masalah, karena momen taubat itu yang Allah suka..

Ini langkah-langkahnya:
1. Taubat, kita minta ampun pada Allah karena pernah memakan harta riba, dan berjanji kita tidak akan menambah lagi hutang riba! Stop! Stop! Cukup!
2. Berazam bebas riba, artinya bercita-cita dan bersungguh-sungguh sampai mentok, untuk melunasi semua hutang kita.
3. Fokus menyelesaikan hutang, menunda semua kesenangan. Tiap dapat rezeki langsung diniatkan mengurangi pokok hutang. Dari yang terjadwal 15 tahun, eh bisa lunas dalam 5 tahun. Bisa juga menjual aset-aset yang selama ini menjadi beban, mau rumah, ruko, kendaraan, atau apapun jika sudah niat bener bebas riba ya lepaskan saja.
4. Minta doa dari orang sekitar, terutama dari ibu bapak kita, dari saudara dan kawan, dari duafa yang kita ringankan bebannya. Jangan remehkan kekuatan doa, kita tidak pernah tau dari mulut siapa doa kita dikabulkan..
5. Terus perbaiki ibadah, sholat tepat waktu, sedekah dan zakat jangan ditunda-tunda, zikir kita perbanyak, biar Allah juga mempercepat hajat kita.

Dan lihatlah kawan, ini janji Allah untuk kita..
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, إِنَّ اللَّهَ مَعَ الدَّائِنِ حَتَّى يَقْضِىَ دَيْنَهُ مَا لَمْ يَكُنْ فِيمَا يَكْرَهُ اللَّهُ
“Allah akan bersama (memberi pertolongan pada) orang yang berhutang (yang ingin melunasi hutangnya) sampai dia melunasi hutang tersebut selama hutang tersebut bukanlah sesuatu yang dilarang oleh Allah.”
(HR. Ibnu Majah no. 2400. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih)

Tuh!
Kita AKAN DITOLONG OLEH ALLAH asal kita benar-benar berniat dan berusaha menyelesaikan hutang kita di dunia..

Buat kawan-kawan kita yang masih masuk golongan "Jamaah Ngeyeliah", sampaikan tulisan ini agar mereka sadar. Tugas kita menyampaikan, soal hidayah itu urusan Allah. Yang penting kita niatkan dapat pahala syiarnya..
Pesan Nabi:
"Barangsiapa menunjukkan suatu kebaikan, baginya seperti pahala yang melakukannya.." (HR. Muslim)

Ambil kaca lagi, mari instropeksi..
Jika hidup kita susah..
Hati sering gelisah..
Tiap hari banyak masalah..
Jiwa terasa gundah..
Semua urusan tak pernah mudah..
Halangan terus tak sudah-sudah..
Mungkin karena harta riba kita telan dengan serakah..

Salam,
@Saptuari"

12 comments:

rehan gilbran said...

Bagaimana sertifikat SHM atau SGB/HGB mana yg lebih dipercaya utk pemula dlm KPR.

Spring A said...

SHM = Sertifikat Hak Milik, merupakan surat tanah yang paling tinggi kekuatannya. SHGB = Sertifikat Hak Guna Bangunan, posisinya dibawah SHM, perbedaannya, SHM tidak ada batas waktu, sedangkan SHGB ada batas waktu, artinya harus diperpanjang. Tapi gak usah takut, dari segi kepemilikan SHGB masih sangat kuat. Perlu diketahui, bahwa dulu developer masih diperbolehkan memecah tanah kapling langsung menjadi hak milik masing-masing pembeli tanpa tahapan panjang. Tapi saat ini aturannya perusahaan tidak boleh memiliki SHM, oleh karena itu dari developer mesti surat tanahnya berupa SHGB meskipun tanah sebelumnya yang dibeli developer sudah berupa SHM, artinya ada penurunan derajat hak atas tanah terlebih dahulu dari SHM ke SHGB karena yang membeli adalah perusahaan, oleh karena itu perlu satu tahap lagi yaitu mengubah SHGB ke SHM setelah pembelian rumah, baik itu tunai maupun melalui KPR.

Spring A said...

dan perlu dipastikan, pengubahan dari SHGB ke SHM seringnya biaya sendiri oleh pembeli, meskipun itu dapat langsung di proses oleh notaris yang sama berbarengan dengan proses KPR itu sendiri

Infostore Gading said...

Sangat membantu tipsnya..



mampir juga gan di Infostore, lihat rumah-rumah bagus yang mo dijual

hom pimpa said...

Saya izin bertanya .. jikalau kita membeli rumah tp bukan pada developer melainkan pada pribadi pemilik rumah apa bisa kita ajukan kredit kpr ke bank untuk kita bayar tunai ke penjual rumah tsb .

Roby said...

Tentu saja bisa gan, beberapa bank menyediakan fasilitas kpr untuk rumah second, salah satunya adalah bank BPD, jadi kita dapat membayar tunai ke penjual rumah dan kita nyicil di bank.

Orang Manado said...

Permisi saya ingin bertanya
Saya kan mau beli rumah KPR disalah satu perumahan yg ada di Manado. Utk proses uang tanda jadi dan uang muka sudah berlangsung. Namun untuk proses akad oleh bank dan proses penanda tanganan akte jual beli (AJB) belum berlangsung dikarenakan saya melihat isi dari akte jual beli (AJB) yang diberikan notaris utk saya tanda tangani tidak ada data-data soal ruma yg akan saya ambil (Contohnya luas tanah, alamat, blok perumahan, nomor perumahan, dll) Yang menjadi pertanyaan saya:
1. Apakah boleh AJB tidak tertera data data rumah yg akan saya pilih?
2. Apa saja data data yg harusnya tertera di dalam AJB?
3. Apakah uang muka boleh dikembalikan oleh developer kepada konsumen Jika dibatalkan oleh konsumen atas ketidak percayaan konsumen terhadap legalitas dari perumahan tersebut?
Trimakasih. Mohon ditanggapi dan diberikan masukan :)

Roby said...

Biar lebih jelas saya bisa rekomendasikan saudara untuk kunjungi web ini dan akan lebih baik tanya langsung ke ahlisnya. saran sy, coba konsultasi online di irmadevita.com, bu irma ini ahli dalam hal ini, salah satu pertanyaan yg berkaitan dgn ajb dapat dibaca juga di http://www.hukumonline.com/klinik/detail/lt52581ade42c70/bisakah-menuntut-kembali-kelebihan-luas-tanah-dalam-jual-beli-tanah? yg menjawab juga bu irma devita

Hendricus Harlan said...

Jadi DP (misal 30%) dulu cicil ke developer setelah itu baru pengajuan ke bank2.??
Soalnya baca bbrpa forum.. mereka pengajuan baru bayar uang muka... yg mana yg bener ya .. trims

Roby said...

iya, umumnya memang pengajuan ke bank dulu baru bayar uang muka, hanya developer dan kondisi tertentu yang bisa bayar dp dulu baru pengajuan

Michelia Violina said...

Gan kalo rumah belom dibangun, kpr bisa jalan ga? Atau kpr itu baru boleh jalan setelah rumah dibangun? Atau saat proses pembangunan rumah? Mohon balasan ya Gan..

WQA APAC said...
This comment has been removed by a blog administrator.

Post a Comment

 

Copyright © 2011 my-much blog | Design by Kenga Ads-template