Senin, 13 Januari 2014

Tips belajar mengemudi (stir) mobil bagian 2

Diposting oleh Roby di 04.17
belajar mengemudi mobil
belajar mengemudi mobil

Tips belajar mengemudi (stir) mobil - Seminggu yang lalu saya menulis tentang Tips belajar mengemudi mobil yang lebih banyak membahas tentang perbandingan belajar sendiri dan melalui LPK stir mobil. Pada posting kali ini saya akan mengulas beberapa hal yang perlu diperhatikan saat belajar nyetir terutama memilih lembaga kursus yang sesuai dan menyesuaikan dengan kondisi Anda.

Pada LPK stir mobil, biasanya disediakan beberapa pilihan paket. Paket standar saat ini rata-rata 250 ribu per 5 jam. Ada juga paket reguler kisaran 300 - 350 rb selama 6 jam. Ada juga paket privat kisaran 500 - 600 ribu selama sekitar 10 jam. Biasanya 1 kali pertemuan maksimal 2 jam, sehingga untuk paket standar misalkan akan dibagi menjadi 3 hari masing-masing 2 jam, 1,5 jam, dan 1,5 jam. Lalu paket apakah yang sesuai untuk Anda?...

Bicara budget, memang paling ringan adalah paket standar, tapi ini tidak selalu cocok bagi Anda. Jika Anda belum pernah mencoba sama sekali dalam hal menyetir mobil, sulit sekali untuk membuat Anda sendiri PeDe nyetir mobil sendiri setelah menjalani kursus paket ini. Karena hanya dalam 5 jam dan pertama kali itu terlalu ringkas. Tapi bila Anda setidaknya sudah pernah mencoba memakai atau belajar meskipun hanya beberapa jam saja, paket standar sudah memadai. Hal ini berkaitan dengan mental yang tumbuh pada diri. Karena semakin sering atau semakin bertambah jam terbang, kepercayaan diri semakin tumbuh, kerja anggota badan seperti tangan dan kaki juga lebih teratur karena otak sudah mulai terbiasa dengan tugas-tugas yang harus dilakukan saat menyetir mobil.

Sebagai contoh, saya pertama kali nyetir mobil sudah lama sekali, waktu itu kendala utama adalah kopling, ngangkatnya masih kurang halus, sehingga mesin masih sering mati. Trus gas dan rem masih sering tertukar. Setelah itu saya bertahun-tahun tidak lagi mencoba nyetir. Hingga suatu waktu saya terterik lagi untuk belajar, dan akhirnya memutuskan belajar nyetir di lembaga kursus. Ternyata saya sama sekali tidak punya kendala dalam hal kopling, gas, dan rem. Padalah saya sudah lama tidak pegang dan dulu itu juga hanya kurang dari 1 jam saja. Tapi itulah kerja otak, setidaknya ada kesan pertama kali untuk mempelajari suatu hal, pertama kali ini memang biasanya kaku, dan sering keliru, tapi otak itu akan menyimpan dan mencatat mana yang benar dan mana yang salah, sehingga percobaan selanjutnya akan lebih baik. Itulah sebabnya semakin bertambah jam terbang kita berlatih akan semakin baik, dan juga perlu diberi jarak, tidak sekaligus, misal berjam-jam latihan sekaligus juga tidak akan efektif. Mau tau teknik menggunakan kopling dan menguasainya?... Silahkan baca juga Cara menguasai kopling mobil manual.

Nah kembali pada paket apakah yang cocok untuk Anda?... jika Anda memiliki budget yang cukup, usahakanlah memilih setidaknya di atas 7 jam. Akan tetapi saya sarankan tidak pada 1 tempat kursus. Kenapa begitu?... karena ini untuk menghindari ketidakcocokan instruktur bagi Anda. Bayangkan Anda sudah membayar paket 600 ribu untuk 10 jam, ternyata hari pertama kesannya Anda sudah tidak suka dengan instrukturnya, entah itu suka marah-marah, atau faktor lainnya. Kelebihan lain dengan membagi paket pada LPK lain adalah, Anda mendapatkan ilmu dan pengalaman berbeda, karena masing-masing instruktur punya teknik dan tips sendiri dalam mengajar.

Saya berikan contoh lagi, waktu saya belejar mengemudi dulu, paket pertama saya mendapatkan pelajaran setiap hendak rem selalu diingatin kopling dulu. Oke, sampai disini saya manut aja dan gak ada masalah. Ternyata pada paket yang lain di LPK berbeda saya mendapatkan pelajaran jangan kopling dulu, tapi rem dulu sampai mobil jalannya sudah pelan baru injak kopling dan teruskan rem. Karena ketika kendaraan sedang melaju, bila Anda langsung injak kopling maka mesin dan roda tidak terhubung, dan saat itu daya dorong mobil ke depan masih sangat kuat, dan akhirnya sesaat setelah Anda lepas kopling mobil jadi lebih meluncur. Ini sangat berbahaya, karena meskipun setelah itu Anda rem, tapi jarak pengereman jadi lebih pendek karena mobil lebih dulu bertambah cepat sebelum di-rem. Berbeda jika direm terlebih dahulu, selain rem sebenarnya mobil dikendalikan oleh engine brake, yang berarti ketika gas diturunkan, putaran mesin turun, dan putaran roda juga menurun mengikuti mesin, meskipun daya dorongnya ke depan masih sangat kuat. Sebenarnya instruktur pertama mesti tau hal itu, tapi karena cara orang mengajarkan bisa beda-beda maka hal itu baru bisa dimengerti dari pengajar yang lain.

Tentunya pada kursus yang kedua di LPK lain, Anda akan semakin PeDe. Anda juga lebih nyaman bertanya banyak hal, dan Anda tidak akan terlihat terlalu bodoh dalam hal nyetir, Anda tidak usah sampaikan pernah kursus di tempat lain, bilang saja pernah belajar sebelumnya tapi belum menguasai atau masih jarang pake mobil. Dengan demikian Anda lebih nyaman pada kursus yang kedua. Instruktur juga lebih santai saat mengajari Anda. Tentu Anda tau, mengajari orang itu sulit, ketika muridnya sudah pernah bisa dan cukup memahirkan saja, instruktur tidak terlalu capek, dan akan lebih banyak mengajarkan tips-tips yang belum pernah Anda ketahui.

Hal lain yang perlu Anda pertimbangkan adalah pada kursus pertama pilihlah tempat kursus yang mobilnya dimodifikasi sehingga mobil dapat dikendalikan dari sebelah kiri oleh instruktur saat kondisi berbahaya. Lihat kembali tulisan saya tentang Tips belajar mengemudi (stir) mobil bagian 1. Hal ini penting, pegang mobil pertama kali pasti kaku, canggung, gerogi, dan mudah panik. Dalam keadaan seperti itu, ketika terjadi kondisi mendadak, misal tiba-tiba ada motor muncul saat Anda belajar belok di gang kecil, Anda bisa kaget dan apapun bisa terjadi. Saya pernah diceritain sama orang yang membantu menguruskan Sim A saya (jasa resmi membuat sim lewat LPK stir mobil). Saat kaget peserta bukan ngerem, tapi banting stir ke kiri dan ternyata di kiri ada tembok, mobil mengenai tembok dan karena tidak direm jadi tergeset terus sampai akhirnya sisi kiri rusak parah. 2 pintunya rusak, dan total penggantian kerusakan mobil hingga 8 juta. Untungnya itu masih ditanggung oleh LPK. Tapi Anda bisa bayangkan, baru belajar sudah nemuin masalah seperti itu, bisa down mental.

Jadi, biar tenang dan aman, kursus pertama yang mobilnya diberi pengaman saja. Nah di kursus kedua pada LPK stir mobil yang lain, pilihlah yang tanpa pengaman. Pertama, Anda sudah pernah belajar mengemudikan mobil sebelumnya, Anda bisa menumbuhkan kepercayaan diri Anda bahwa Anda sudah cukup aman membawa mobil. Jangan khawatir, meskipun baru belajar, dengan mobil tanpa pengaman Anda masih tetap didampingi instruktur, Anda akan diingatkan untuk pelan, hati-hati, diberi tahu jika perlu ke kanan dulu, ke kiri dikit, atau injak kopling, rem, dll. Intinya Anda sudah bisa bawa mobil setelah kursus pertama, dan dipandu saat kursus kedua agar Anda bisa berlatih dengan tetap tenang dan menikmati. Hasilnya akan berbeda, saat berlatih dengan tenang, otak Anda akan membiasakan diri tanpa diganggu oleh rasa gerogi, takut, panik, dll. Kaki tangan Anda juga akan terlatih dengan teratur, bahkan ketika lupa, lalu diingatkan instruktur, kaki tangan kita tetap bekerja dengan normal, ini penting dengan keteraturan berkali-kali, akan menjadi kebiasaan, dan akhirnya Anda akan semakin mahir dalam mengemudi.

Saya kira itu dulu yang bisa saya bagikan kali ini, semoga pada lain kesempatan akan saya share lagi tentang hal lain terkait Tips belajar mengemudi (stir) mobil. Selamat menikmati nyetir ya.

1 komentar:

Hellboy mengatakan...

Ajib!!! Hatur nuhun ilmunya om

Posting Komentar

 

Copyright © 2011 my-much blog | Design by Kenga Ads-template