Senin, 27 Januari 2014

Cara menguasai kopling saat mengemudi mobil transmisi manual

Diposting oleh Roby di 08.21
cara menguasai kopling mengemudi transmisi manual
cara menguasai kopling mengemudi transmisi manual
Mengemudi mobil dengan transmisi manual bagi sebagian pengemudi terutama pemula yang baru belajar nyetir merupakan hal yang sulit. Meskipun setiap orang merasakan kesulitan yang berbeda-beda, tapi umumnya yang seringkali yang dirasa sulit adalah penggunaan kopling baik saat memulai jalan maupun di tanjakan, ada juga yang kesulitan meluruskan jalannya mobil dan ada pula yang kesulitan bermanuver, baik di tikungan jalan raya maupun berbelok-belok di gang-gang kecil. Hal lain yang juga sering dirasa sulit adalah mengira-ngira atau feeling posisi kiri dan kanan mobil terutama saat jalanan padat, saat berpapasan dengan mobil lain, dan juga saat hendak menyalip kendaraan di depan. Bila disederhanakan, terdapat 3 hal yang seringkali dianggap pengemudi pemula merupakan sesuatu yang cukup sulit, yaitu pengaturan kopling, mengendalikan kemudi/stir, dan feeling ketika menyetir. Parkir tidak saya sebutkan karena sebenarnya parkir membutuhkan ketiga hal tersebut. Jika ketiga hal tersebut sudah dikuasai, parkir tentu sangatlah mudah.

Bagaimana caranya agar dapat menguasai kopling?

Sebelum saya jelaskan teknik menggunakannya, saya akan jelaskan dulu sekilas apa itu kopling dan bagaimana cara kerjanya. Saya akan menggunakan bahasa awam agar mudah dimengerti, jadi beberapa hal teknis sebagian akan saya kesampingkan. Perlu Anda ketahui agar mobil dapat berjalan dibutuhkan 3 hal pokok, yaitu putaran mesin, kopling beserta transmisinya (gigi), dan roda mobil. Saat mesin sudah hidup, putaran mesin sekitar 1500 per menit (tergantung jenis kendaraan), yang harus Anda pahami bahwa mesin sudah berputar meskipun mobil belum jalan. Karena putaran mesin belum terhubung ke roda maka roda tidak akan bergerak. Nah yang menghubungkan antara putaran mesin dan roda adalah rangkaian kopling. Putaran mesin, kopling, dan roda akan terhubung jika perseneling ada pada posisi 1, 2, 3, 4, 5, dan R dengan kondisi kopling tidak diinjak. Jika perseneling ada pada posisi N atau pada posisi selain N tapi kopling diinjak penuh, maka putaran mesin, kopling, dan roda tidak terhubung.

Anda mungkin akan bertanya, ada kalanya mobil atau kendaraan lain, saat putaran mesin, kopling, dan roda terhubung, misalkan saja pada perseneling 1, tapi mobil tidak dapat bergerak, padahal mobil masih hidup yang berarti mesin berputar?... Ya, memang benar, bisa saja terjadi ketiganya terhubung tapi mesin tetap berputar dan roda diam. Ini terjadi karena kopling terbuat dari bahan yang dapat bergesek dan didesain sedemikian rupa agar dapat bergesekan saat bekerja, artinya tidak mengunci, sehingga pada kondisi tertentu, seperti beban sangat berat atau beban biasa tapi di posisi tanjakan. Ketika itu mesin berputar tapi tidak kuat untuk memutar roda, sehingga yang terjadi adalah kopling saja yang berputar dengan kecepatan lebih rendah dari putaran mesin dan kopling akan bergesekan terus dengan bagian yang menghubungkan ke putaran mesin dan bagian yang menghubungkan ke roda. Pada kondisi ini putaran mesin harus ditambah dengan menginjak gas agar mampu mengimbangi beban sehingga roda dapat bergerak.

Anda juga tentu kadang bertanya kenapa jika kopling dilepas mendadak mesin akan mati?... tentu saja, Anda bisa bayangkan bahwa mesin berputar itu merupakan suatu ketaraturan dari menggabungkan udara dan bahan bakar dan memasukkan ke ruang bakar kemudian dibakar dengan percikan dari busi lalu mendorong piston dan kemudian sisa pembakaran dibuang, lalu tiba-tiba kopling mendadak menghubungkan roda yang diam dengan mesin yang berputar 1500 putaran per menit. Meskipun sebenarnya kopling dapat bergesek, tapi sebelum gesekan terjadi mesin sudah tidak dapat beroperasi. Terhubung secara mendadak berarti aktivitas mesin dipaksa berhenti sejenak sehingga bahan bakar belum sempat tercampur dengan udara, atau tidak sempat dimasukkan ke ruang bakar, atau belum sempat dibakar oleh percikan busi. Dengan kondisi ini bagaimana mobil bisa tetap hidup?... Akan berbeda jika kopling diangkat perlahan, pada kondisi ini kopling sedikit demi sedikit dirapatkan dan pada kondisi ini gesekan yang terjadi pada kopling akan lebih besar dan inilah yang akan mencegah terganggunya aktivitas mesin. Pada kondisi yang sama roda juga secara bertahap mulai bergerak karena kopling sudah berputar meskipun pelan karena sebagian putaran terbuang sia-sia saat terjadi gesekan, nah semakin bertambah putaran roda itu berarti semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Secara terus menerus kopling terus diangkat perlahan, dan secara bersamaan kecepatan roda juga semakin mendekati kecepatan putaran mesin. Pada kondisi seperti ini tidak ada yang menghambat aktivitas mesin. Mesin tetap dapat mencampur udara dan bahan bakar, kemudian dibakar dengan percikan busi, kemudian piston terdorong karena tenaga ledakan bahan bakar, memutar poros engkol, dan sisa bahan bakar dibuang. Mesin terus bekerja tanpa gangguan. Pada akhirnya kopling akan terhubung dengan sempurna. Jika sudah terhubung dengan sempurna, gas dapat ditambahkan sesuai kebutuhan tanpa memainkan kopling lagi.

Berikut ini saya jelaskan tahapan-tahapan pada kondisi tertentu dimana kita membutuhkan kemampuan menggunakan kopling dengan benar:

Memulai menjalankan mobil:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas
- Angkat kopling perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak gas perlahan
- Selanjutnya tidak perlu lagi kopling kecuali akan berpindah ke gigi lain

Berpindah ke gigi 2 saat mobil berjalan:
- Perhatikan indikator RPM mesin
- Jika sudah melewati angka 2 (berarti sudah melebihi 2000 putaran per menit) maka sudah cukup untuk berganti ke gigi 2
- Angkat gas penuh agar putaran mesin kembali turun
- Setelah itu langsung injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 2
- Angkat kopling perlahan hingga setengahnya
- Injak gas perlahan sambil mengangkat kopling hingga terangkat penuh

Kunci utama dari fungsi kopling adalah menjaga keseimbangan antara putaran mesin dan putaran roda, itulah sebabnya pergantian dari gigi 1 ke 2 dan seterusnya akan semakin mudah karena roda sudah berputar mengikuti putaran mesin sehingga mengangkat kopling sedikit lebih cepat tidak akan mematikan mesin. Berbeda dengan dari netral ke gigi 1 (saat akan memulai jalan) dimana posisi roda diam sedangkan mesin sudah berputar, maka sangat dibutuhkan mengangkat kopling dengan perlahan sampai roda berputar dengan putaran yang cukup untuk mengimbangi putaran mesin.

Untuk beban penumpang yang cukup berat atau jalanan di depan langsung tanjakan, maka saat gigi 1 dan Anda mulai mengangkat kopling perlahan, Anda harus bantu dengan menginjak gas perlahan hingga mobil dapat bergerak dengan mudah.
Langkahnya seperti berikut:
- Injak kopling penuh
- Pindahkan perseneling ke gigi 1
- Kaki kanan di atas gas, tapi hanya siap, tidak digas dulu
- Angkat kopling perlahan sambil menginjak gas perlahan sampai mobil mulai bergerak
- Teruskan angkat kopling sampai terangkat penuh
- Tambah kecepatan mobil dengan menginjak lagi gas perlahan

Merayap di jalanan macet dengan kondisi jalan datar:
- Gunakan gigi 1 setiap jalanan macet
- Tidak perlu digas, hanya dengan mengangkat kopling mobil sudah dapat berjalan merayap, perlu diingat mengangkat kopling hingga penuh sebenarnya masih terlalu cepat untuk jalanan yang sangat macet, jadi terkadang Anda hanya cukup mengangkat kopling setengah atau lebih sedikit untuk menimbangi begitu pelannya jalan saat sedang macet parah.
- Jika sebentar-sebentar berhenti dan sebentar-sebentar jalan, biarkan tetap di gigi 1, cukup injak kopling penuh saat berhenti

Kondisi awal berhenti, lalu mulai jalan lagi:
- Injak kopling penuh, pindahkan ke gigi 1 jika sebelumnya netral
- Angkat kopling perlahan dan tahan, biasanya jalan macet hanya membutuhkan setengah kopling atau kurang. Jika Anda teruskan mengangkat kopling penuh, mobil berjalan terlalu cepat.

Jika ingin menghentikan mobil yang berjalan merayap:
- Injak kopling perlahan, tidak perlu sampai penuh, mobil akan berhenti dengan sendirinya

Jadi pada jalanan macet parah, kita hanya memainkan kopling atau setengah kopling saja, sesekali dibutuhkan rem jika kendaraan di depan mendadak berhenti. Teknik mengerem akan dijelaskan kemudian.

Kondisi awal berjalan dengan perseneling 3, kemudian di depan akan berhenti di perempatan/lampu merah:
- Kurangi kecepatan dengan mengangkat gas perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah cukup dekat angkat gas sampai penuh
- Mobil akan berkurang kecepatannya, tapi harus tetap di rem. Injak rem perlahan, jika jarak tujuan berhenti sudah semakin dekat, injak rem agak dalam tapi jangan sampai penuh.
- Perhatikan lajunya kendaraan, jika sudah hampir pelan, Anda harus menginjak kopling, dan tetap teruskan pengereman hingga mobil berhenti secara perlahan
- Jika ingin terus berhenti pindahkan ke perseneling netral
- Jika ingin berjalan pelan mendekati posisi tertentu di depan (misal merapat ke antrian di perempatan, atau perlahan mendekati persimpangan) pindahkan ke gigi 1

Penting untuk diingat, jika Anda ingin mengerem mobil, jangan menginjak kopling saat mobil pada kecepatan yang lumayan, misal masih 30 km per jam, karena mobil akan lebih meluncur ke depan. Hal ini terjadi karena mobil yang sedang berjalan memiliki daya dorong yang cukup besar, tetapi lajunya mobil masih dikendalikan oleh putaran mesin (engine brake). Nah saat Anda menginjak kopling, mobil justru meluncur karena tidak ada penahan, luncuran ini (putaran roda) lebih cepat dari putaran mesin. Oleh karena itu Anda harus mengurangi gas dan melakukan rem terlebih dahulu, sampai mobil berjalan pelan baru kemudian Anda menginjak kopling. Ini berlaku sama jika Anda menuruni tanjakan. Mobil akan lebih meluncur lagi karena ditambah gaya grafitasi. Jadi Anda harus lebih hati-hati, jangan pernah menginjak kopling saat menuruni tanjakan, gunakan saja rem. Kecuali Anda akan berhenti di posisi turunan, kopling boleh diinjak saat mobil sudah mau berhenti dan tetap siaga dengan rem kaki dan rem tangan sampai mobil benar-benar berhenti.

Memainkan kopling saat merayap atau macet ditanjakan atau di posisi perempatan, ada beberapa kondisi seperti jalanan yang hanya miring sedikit, kondisi lain jalanan sangat miring. Perlu diingat, meskipun kemiringan jalan hanya sedikit sekali, mobil akan tetap mundur, dan kadang Anda tidak menyadari bahwa jalan miring sampai Anda merasakan ternyata mobil justru mundur. Jadi ingat, selalu perhatikan kondisi jalan saat berhenti dan selalu rasakan apakah mobil Anda mundur.

Memainkan kopling saat berhenti di perempatan dengan jalan miring sedikit (menanjak):
- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh dan pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur
- pastikan Anda sudah mengangkat kopling perlahan dan sedikit saja sesaat mobil mulai berhenti sebelum terjadi mundur. pada kondisi ini jika belum terbiasa mobil akan bolak balik maju mundur, usahakan cari posisi kopling yang pas agar mobil berhenti, caranya jika mobil masih maju, injak kopling sedikit secara halus, jika mobil mundur lakukan sebaliknya, angkat kopling sedikit secara halus. Pada kondisi jalan yang hanya miring sedikit, gas tidak perlu diinjak sama sekali. Untuk berjaga-jaga dari kesalahan seperti terlalu mundur atau terlalu maju saat Anda belum menguasainya, Anda boleh meletakkan kaki kanan di atas rem. Tapi selalu ingat, pada kondisi mobil pelan atau hampir berhenti, selalu injak kopling sebelum megerem agar mobil tidak mati.

Memainkan kopling saat berhenti/macet/merayap di jalan dengan tanjakan menengah:

- saat mendekati perempatan, kurangi kecepatan dan lakukan pengereman perlahan, hingga mobil sudah berjalan pelan mendekati perempatan, injak kopling penuh pindahkan ke gigi 1
- jika Anda membiarkan kopling terus terinjak penuh, mobil akan berangsur mundur, dan kondisi ini akan lebih cepat terjadi mundur karena jalan lebih menanjak
- Segera angkat kopling perlahan sebelum mobil mulai berhenti sambil dibantu dengan gas sedikit, semakin curam tanjakan semakin perlu ditambah gas
- Atur kopling dan gas secara halus agar mobil tidak maju dan tidak mundur

Kemampuan mengatur kopling tidak hanya dibutuhkan di jalan raya yang menanjak, tetapi juga pada saat parkir yang posisinya juga miring, misal di halaman pertokoan.

Memarkir mobil di depan pertokoan dengan area sedikit miring dan bagian area yang dekat jalan/trotoar cukup curam bisa dilakukan sbb:
- Gunakan gigi 1 sebelum menaiki area parkir
- Karena antara jalan dan trotoar kemiringannya cukup curam dan posisi cukup tinggi maka saat Anda mengangkat kopling secara bersamaan bantu dengan menginjak gas perlahan
- Hingga mobil menaiki trotoar lepaskan gas, selanjutnya cukup gunakan kopling saja untuk menjalankan mobil
- Karena posisi area juga miring meskipun sedikit, maka mobil bisa mundur jika Anda menekan kopling terlalu dalam saat ingin menghentikan mobil, oleh karena itu cukup tekan perlahan hingga mobil berhenti
- Atur posisi mobil agar lurus, jika sudah pas, tarik rem tangan dan ganti perseneling ke gigi netral

Demikianlah berbagai macam cara menguasai menggunakan kopling pada mobil bertransmisi manual, seperti yang saya sebutkan di atas ada tiga hal pokok yang penting untuk dikuasai agar mahir menyetir mobil, salah satunya yaitu penguasaan terhadap kopling sudah dibahas, pada lain kesempatan akan saya jelaskan juga bagaimana menguasai kemudi/stir dan feeling sisi kiri dan kanan mobil pada berbagai kondisi. Selamat belajar mengemudi.

Bagi pembaca sekalian, jika  Anda memberi komentar, komentar tidak langsung tampil, tetapi akan saya cek terlebih dahulu, baru saya approved, ini bertujuan untuk mencegah spam atau komentar yang tidak berhubungan dengan judul, terima kasih.

200 komentar:

oguds mengatakan...

Penjelasan yang lengkap dan jelas. Trims ya.

Samuel D. mengatakan...

Mksh y gan, guna bgt

Gagah Bakti mengatakan...

Nice share. Thx gan.

Saifuddin Bin Amir mengatakan...

Bgs bngt artikelny . .
Mg jd amale jngan boz

yeyep sudrajat mengatakan...

mantap gan...penjelasannya rinci dan sangat berguna tentunya...trims gan

RiYaN d' RieEzZ mengatakan...

Terimakasih.. Penjelasannya jelas sekali.. Dan lengkap

Gusti Alit Putrawan mengatakan...

Thank' untk sarannya...
Membantu bnget untk para pemula yg lg blajar mengemudi...

geno mengatakan...

Mantaf.thanks

bams geo mengatakan...

thanks gan, bagus dan lengkap isinya

Reni Resiani mengatakan...

ok gan tipsnya semoga bermanfaat untuk yang lain

irwansyah SYAH mengatakan...

Makasih gan penjelasan mengemudinya

helmi helmi mengatakan...

Makasih atas penjelasannya ini sangat berguna apa lagi buat saya yang pemula

helmi helmi mengatakan...

Makasih atas penjelasannya....

hadhroh syabaabun ba'alawy mengatakan...

Bermanfaat bgt gan , mantap

Sri Kuntari mengatakan...

Wow terima kasih infonya
Lengkap jelas oke banget
Sangat dibutuhkan bagi pemula seperti aku

Tadris Fisika mengatakan...

Terimakasih, sangat bermanfaat

muhammad fauzi mengatakan...

mantep boo, maturnuhun

syihaab dork mengatakan...

Bermanfaat sekali,thanks gan sudah berbagi informasinya :)

Dewi Haryati mengatakan...

Terima kasih informasinya

mifaidz mengatakan...

Terima kasih informasinya, sangat bermanfaat apalagi buat pemula seperti saya

gaptek pooll mengatakan...

makasih gan ilmunya.....

I Made Yongki Adi Putra mengatakan...

mantap boss,, lumayan nambah ilmu,, naik mobil juga diperlukan Materi haha

kafaqi mengatakan...

Tks mas Roby, bermanfaat bgt nih buatku yg lg belajar nyetir, tiap instruktur emang beda2 cara penyampaiannya, kalo instrukturku sll bilang injak kopling dl, alhasil kdg mobil melaju lbh cepat saat jalanan mulai padat merayap... Tks

Naufal Atalla mengatakan...

Thanks gan ilmunya,.. Sangat bermanfaat.. :)

Michael Simbolon mengatakan...

thanks gan

Taufiqi Firmansyah mengatakan...

Gan klo tanjakan pake rem tangan gmn?

sanny agustina mengatakan...

Bermanfaat tapi pusing bacanya.....

Rem tgn jarang di fungsikan yaaa.....

Roby mengatakan...

buat mas Taufiqi Firmansyah, fungsi rem tangan pada tanjakan adalah untuk menahan beban mobil agar tidak mundur disaat mobil berhenti, misal berhenti karena macet atau karena parkir di area yg miring. nah ketika macet bisa saja kita gunakan rem kaki, tapi masalahnya adalah ketika Anda mau jalan lagi, memindahkan kaki kanan dari pijakan rem ke pijakan gas butuh waktu, meskipun hanya 1 detik berselang, itu sudah cukup membuat mobil mundur sebelum Anda dapat menginjak gas, lagipula hanya orang yang mahir yg dapat memanfaatkan waktu yg singkat untuk dapat memadukan gas dan kopling di jalan yang kemiringannya berbeda-beda, ingat beda kemiringan beda kedalaman gas dan kopling karena berpengaruh pada tenaga yang dibutuhkan. tapi jika kita gunakan rem tangan, ketika hendak jalan, kita bisa siapkan dulu dengan menginjak gas dan lepas kopling perlahan, pada kondisi ini mesin masih hidup sampai mobil mulai sedikit bergetar baru lepaskan rem tangan perlahan.

Roby mengatakan...

buat sanny agustina, iya rem tangan dan rem kaki pada mobil manual berbeda fungsi utama, tidak seperti motor rem tangan dan kaki fungsinya sama utk mengurangi laju kendaraan hanya beda posisi di roda aja, tapi pada mobil utk mengurangi laju kendaraan menggunakan rem kaki, perlu dipahami utk beberapa jenis mobil rem kaki sudah disambungkan ke seluruh roda, sedangkan rem tangan fungsi utamanya adalah utk mengunci roda sehingga sering digunakan untuk parkir agar mobil aman tidak bergerak tak sengaja saat kita tinggalkan, begitu juga saat berhenti di lampu merah, biar aman juga karena jalan miring sedikit saja mobil sudah gerak sendiri, begitu juga saat tanjakan seperti yang sudah saya jelaskan di komentar saya sebelumnya.

FOOTBALL mengatakan...

saya ingin bertanya apa bila kita sudah masuk gigi 2 dan kopling sudah dibuka penuh dan kita ingin melambat , nah saat melambat itu apabila kita akan menaikan kecepatan lagi apa harusmenginjak kopling stengah terlebih dahulu saat ingin menambah kcepatan . ngmong2 infonya bagus sangat jelas cuma bingung disitunya :D

Antonis Ekor Kuning mengatakan...

Mantap ilmunya....terimakasih

Roby mengatakan...

@football : ketika posisi gigi dua dan kopling terbuka penuh, ketika ketika melambat dan ingin melaju kembali tergantung seberapa lambatnya, prinsipnya adalah semakin lambat kendaraan semakin besar tenaga yang dibutuhkan utk melaju kembali, bila terlalu lambat gigi 2 akan terasa berat, nah pada kondisi ini kita terpaksa turunkan dulu ke gigi 1, tapi juga masih belum begitu lambat, langsung aja tambah lagi gas, kita dapat merasakan getaran kendaraan, jika bergetar seperti itu berarti mobil tidak cukup kuat untuk melaju, bagi yang sering naik taxi di jakarta akan sering menemui posisi nanggung begini, dimana jalan macet tapi kl gigi 1 juga nanggung, biasanya sopirnya akan tetap mempertahankan gigi 2, selain menghemat bahan bakar, juga tidak repot bolak balik ganti gigi. adapun setengah kopling boleh saja dimainkan untuk membantu pergantian gigi bagi yang blm terbiasa. atau bisa juga untuk mengimbangi ketika mesin sudah bergetar tapi masih nanggung untuk pake gigi yang lebih rendah. karena kalo terlalu bergetar kl kita paksa terus dgn gigi yang lebih tinggi maka mesin akan mati.

Rifqi Mustopa mengatakan...

wiih,trimakasih mas ilmu ny.

dianrentalmobilcirebon.com mengatakan...

keren info nya, sangat bagus dalam menjelaskannya lengkap, disamping itu secara tidaklangsung reflek dan feeling kita juga harus mengikuti dan wadpada.

terimaksih

Handy Rusydi mengatakan...

Mau tanya,selain gas,apakah kopling juga bisa di gunakan menjalankan mobil?kalau bisa seberapa besar pengaruhnya?terutama di jalan-jalan yang pelan ya.Karena saya liat pada postingan di atas kopling pun bisa di gunakan agar mobil bisa jalan

Roby mengatakan...

@Handy Rusydi, Iya, betul,Anda bisa mencobanya dengan tanpa nginjak gas, masukkan gigi 1, lalu lepas perlahan kopling, maka mobil akan bergerak maju perlahan, biasanya ini dapat digunakan pada jalanan macet karena mobil bergerak sangat pelan. tapi perlu dipahami jika kita membawa beban berat seperti 7 penumpang atau pickup dengan pasir penuh, ini gak akan kuat, mesin bisa mati, jadi untuk kondisi beban berat tetap perlu bantuan gas utk menjalankan mobil pertama kali.

DIstro Herbal mengatakan...

Gan, gimana caranya pas belokkan kita bisa tahu kalo hidung mobil gak nyentuh/ nabrak pojokan tembok?

Roby mengatakan...

@DIstro Herbal, ini sudah soal feeling, dan caranya perlu praktek, Anda bisa coba latihan di lapangan, buat batas buatan yang aman buat mobil, misal paralon ukuran 5 inci sepanjang 1,5 meter, kan tinggal taruh aja di tanah datar pasti akan tegak lurus, kalo kesenggol gak akan membuat mobil lecet, nah latihan aja berbelok dan anggap paralon yg tegak tadi seakan sebuah dinding/tembok, semakin sering latihan maka semakin tepat feeling kita, terkadang kita merasa terlalu dekat padahal sebenarnya jauh, atau sebaliknya terkadang merasa terlalu jauh padahal sudah mepet, tp semakin banyak latihan seperti ini lama-lama feeling kita jadi bagus.

jaka Rehan mengatakan...

Maff mau tanya..bgemana supaya mobil berhenti di tanjakan tanpa rem tangan..saya susah setiap mau angkat kopling mobil mundur terus biasa nya tanpa di rem mobil bisa berhenti di tanjakan ..trimakasih

Roby mengatakan...

@Jaka Rehan: Ya, betul tanpa di rem mobil bisa berhenti ditanjakan dengan memainkan gas dan setengah kopling, tapi yang perlu diperhatikan adalah kemiringan jalan, biasa atau sangat miring, semakin miring butuh tenaga yang lebih besar, begitu juga beban mobil, semakin berat beban semakin butuh tenaga, dan jangan lupa juga ada faktor lain yaitu besarnya cc mesin, semakin kecil cc semakin kecil tenaga yang dihasilkan oleh mesin. Oleh karena itu semakin besar tenaga yang dibutuhkan kendaraan untuk bertahan di kemiringan maka kita memerlukan perpaduan gas yang tepat, karena kita harus menambah gas lebih tinggi, untuk kendaraan yang biasa kita pakai biasanya akan lebih mudah, tapi untuk kendaraan berbeda butuh waktu utk penyesuaian karena beda berat, beda cc, beda setting kedalaman kopling dan gas, tapi seperti yang saya jelaskan tadi, jika mobil masih mundur itu berarti mobil kurang tenaga untuk bertahan, kita perlu menambah gas atau koplingnya, biar mobil bisa bertahan.

Riska Syafitri mengatakan...

Terima kasih, postingan nya mudah di pahami, sangat bermanfaat.

Azlan mengatakan...

Terima kasih banyak atas penjelasannya.

SUKSES UNTUK KITA SEMUA mengatakan...

Terima kasih mas
Semoga ilmu yang diberikan menjadi berkah dan pembelajaran untuk semua
Amin....

AsyikSekali ™ mengatakan...

Pak, ketika mau belok di pertigaan atau menyusuri jalan yang menikung/berkelok, kondisi seperti apa yg mengharuskan kopling diinjak atau tidak?

Terimakasih

Roby mengatakan...

sebenarnya injak kopling disesuaikan dengan kebutuhan, jika kondisinya adalah akan berbelok di pertigaan maka tergantung dari kondisi dipertigaan tersebut, jika semua sisi jalan lebar dan lenggang, jalan bagus dan datar, yang sudah terbiasa mengendarai mobil jika awalnya dari kecepatan yang lumayan, tinggal kurangi gigi (tentu pakai kopling kan :D) lalu belok saja ke kiri atau ke kanan. tapi akan berbeda jika kondisinya adalah mau keluar dari gang ke jalan raya, sudah barang tentu ramai, pasti umumnya mobil berhenti dulu, atau kondisi jalan tidak datar tapi kondisi ramai itu berarti juga perlu berhenti atau jalan perlahan sampai suasana senggang, nah kondisi seperti inilah yang membutuhkan banyak penggunaan kopling, baik sekedar menurunkan gigi ataupun setengah kopling.

begitu juga ketika menyusuri jalan berkelok, tergantung kondisi jalan, jalanan aspal, cukup lebar untuk mobil, tidak ramai kendaraan lain, berarti mobil bisa berjalan dengan kecepatan konstan, baik cepat maupun lambat. tapi jika kondisi jalan rusak, jalan sempit, banyak pengendara lain atau pesepeda atau pejalan kaki, berarti mobil perlu berjalan perlahan, namanya perlahan sudah tentu menggunakan gigi yang rendah, atau dengan kondisi seperti saya contohkan diatas, kemungkinan mobil akan sering berhenti.

Gaby Maulida mengatakan...

Sebenarnya jika kita akan berhenti, yg diinjak pertama itu seharusnya rem dlu baru kopling atau sebaliknya?
Karena yg sy baca disini mas bilangnya rem dlu y? beda sama instrukturku yg mengharuskan kopling dlu baru rem. hehehhe...maklum sy masih pemula dan hari ini baru belajar mengendarai mobil. Deg-degan nya masih besar apalagi harus membagi konsentrasi antara tangan dan kaki :D

Roby mengatakan...

@Gaby Maulida: pertanyaan yang bagus sekali.

saya dulu belajar dari 2 instruktur berbeda, yang satu bilang kopling dulu baru rem, yg satunya lagi bilang rem dulu baru kopling.

setelah memahami maksud mereka sy akhirnya paham bahwa keduanya benar dan tergantung kondisi laju kendaraan.

jika mobil berjalan sangat pelan, jika mau berhenti injak kopling dulu baru rem, jika rem dulu maka mesin mobil bisa mati.

jika mobil masih berjalan dengan kecepatan yang lumayan, jangan injak kopling, jika Anda injak kopling maka mobil akan bertambah kencang mendadak sesaat sebelum Anda sempat menginjak rem, ini justru berbahaya sekali, apalagi di jalan menurun. pada kondisi seperti ini, saat kecepatan kendaraan masih lumayan, injak rem dulu perlahan (jangan mendadak ya :D ), jangan khawatir mesin mobil tidak akan mati, setelah mobil sudah mulai berjalan pelan, injak kopling, turunkan gigi, dan jika ingin langsung berhenti, terus injak kopling dan terus injak rem, sampai mobil berhenti sempurna.

semoga bisa dipahami, selamat belajar mengemudi

yopel kalonta mengatakan...

Makasih.. Teorinya sangat jelas & lengkap

Roby mengatakan...

@yopel kalonta: sama-sama, semoga bermanfaat

ac milan forever mengatakan...

Mobil dalam keadaan diam (baru mau jalan) injak kopling full masuk gigi 1, pedal kopling di angkat perlahan tanpa bantuan gas mobil maju perlahan. Pertanyaan saya apabila koling terus di angkat secara perlahan sampai terangkat full tanpa bantuan gas apakah mobil akan mati?? Thanks

Hendry A. Serimbuane mengatakan...

Saya selalu pakai matic, dan sekarang harus pakai manual. Butuh penyesuaian banget gan. Pada prinsipnya berarti sama kayak motor kopling kan ya, kalau dilepas kopling dikit udah bisa bikin kendaraan jalan.
Thanks banget info kerennya gan :v Sharing2 yang lain juga boleh dong, Hehe. Mungkin cara berkendara di jalanan berbatu tanjakan juga :) :)

Roby mengatakan...

@Hendry A. Serimbuane, betul kopling diangkat dikit udah bikin kendaraan jalan, mirip seperti motor kopling

Roby mengatakan...

@ac milan forever: pertanyaan yg menarik, pada kondisi beban normal (misal hanya ada 2 penumpang) dan jalan datar, tanpa bantuan gas dengan kopling diangkat perlahan dan sampai full, mobil akan tetap berjalan perlahan dan mesin tidak mati. mesin mobil bisa jadi akan mati pada beberapa kondisi berikut: (1) terlalu cepat mengangkat kopling, (2) beban terlalu berat, penumpang penuh atau bawa barang/muatan, (3) jalanan agak menanjak (4) rpm langsam terlalu rendah, tinggi rendahnya rpm langsam ini ketika gigi satu dengan kopling diangkat penuh tanpa bantuan gas dapat mempengaruhi kecepatan laju kendaraan, terkadang pada beberapa kursus mengemudi sedikit dinaikkan agar mempermudah bagi yang sedang belajar. bahkan dengan gigi 2 tanpa gas pun kendaraan masih bisa berjalan dengan mulus secara perlahan.

yudie wisanggeni mengatakan...

mas ..kalo pas nanjak trus macet..kira2 ada berhenti 5 menitan..apakah harus di injek rem kaki dan rem tangan...kan kalo pemula msh susah mainin kopling setengah sama gas..

Roby mengatakan...

@yudie wisanggeni: jangan khawatir, ada cara alternatif jika Anda belum terbiasa setengah kopling, gunakan saja rem tangan, pas mau jalan lagi, kaki kiri siap di kopling, kaki kanan siap di gas, injak penuh kopling dan masukkan gigi satu lalu tangan kiri siap di rem tangan, nah lakukan langkah seperti saat mau menjalankan mobil dimana gas diinjak perlahan (ingat: untuk tanjakan gas sedikit lebih besar dibandingkan saat di jalan datar), kemudian angkat kopling perlahan sampai terasa mobil sudah sedikit bergetar, kemudian mulailah lepas rem tangan perlahan juga. kondisi ini adalah kondisi aman, jika Anda belum terbiasa lalu mobil mati, aman karena rem tangan belum Anda lepas penuh, jadi mobil tidak akan mundur, jika Anda terlalu cepat menurunkan rem tangan, masih relatif aman karena Anda sudah siap dengan gas dan kopling artinya mobil sudah siap berjalan atau setidaknya posisi setengah kopling tanpa Anda sadari telah Anda lakukan. Anda bisa latihan, tinggal cari jalan yang agak miring dan tidak ramai, lakukan latihan berhenti dan berjalan dengan rem tangan di jalanan miring. oh ya, Anda bilang tadi 5 menit, itu sudah cukup lama, lampu merah aja yang tidak lebih dari 2 menit biasa kita gunakan rem tangan, apalagi kalo 5 menit, sudah wajib rem tangan, daripada kaki pegel, boros bbm, dan kamvas kopling cepat aus, selamat berlatih :)

erik mengatakan...

Mas saya masih belum biisa halus untuk perpindahan dari gigi satu ke gigi dua, serasa tersendat atau loncat, tips nya gimana ya biar perpindahannya terasa halus sampai tidak terasa atau kesannya tidak kasar...,

Roby mengatakan...

@erik: Jika yang terjadi adalah terasa loncat itu berarti mengangkat koplingnya masih terlalu cepat atau menginjak gasnya yg terlalu dalam, sebenarnya perpindahan gigi 2 ke atas jauh lebih mudah dibanding dari netral ke 1, krn posisi mobil sudah berjalan, atau coba mas erik gunakan teknik begini: pastikan saat gigi 1 jalannnya mobil tidak nanggung tp juga jangan sampai gas terlalu tinggi sehingga suara mesin berisik, trus lepas pijakan gas (kaki tetap nempel di gas), injak kopling penuh, masukan gigi 2, angkat kopling separuh dengan cara perlahan dan tahan sebentar, kemudian tambah gas perlahan dibarengi dengan angkat lagi separuh kopling tadi sampai penuh. agak tersendat atau lompat tidak murni karena cara kita pakai saja, bisa juga karena settingan kendaraan yg kurang halus. semoga cukup membantu.

manan scare mengatakan...

Makasih gan sangat membantu

Kas Wan mengatakan...

Mantap gan artikel nye,,?? Ber fungsi banget bagi pemula..

M. Yusrul Falah mengatakan...

Mas.. Saya pernah belajar mengemudi mobil, dan sudah hampir lancar. Namun terjadi kecelakaan (menabrak tembok cukup parah). Sehingga menjadi trauma. Pertanyaan saya: bagaimana menghilangkan rasa trauma tersebut? Terima kasih.

Roby mengatakan...

@M. Yusrul Falah: trauma sebenarnya ada pada diri kita sendiri, perasahaan takut, hati dan pikiran, untuk menghilangkannya maka bukan pada ingatan ttg kecelakaan itu sendiri tapi bagaimana mengembalikan perasaan kita, hati dan pikiran agar kembali positif. Sebenarnya selama kita hidup dari bayi kita menghadapi banyak kecelakaan, terutama pada bayi, tapi jika kita selalu berpikir positif, bahwa yg telah terjadi sudah berlalu dan masa kini dan masa depan itu sudah hal berbeda, masa lalu tidak dapat mempengaruhi masa depan, justru dengan pengalaman masa lalu yang pahit2 itu menjadikan kita lebih baik di masa depan dengan syarat, berpikirlah positif, hilangkan rasa khawatir yg dipengaruhi masa lalu. semoga kembali bersemangat di masa mendatang.

wildan mengatakan...

Kang mau tanya bagaimana cra filling kita supaya bisa nge pasin jalan saat mengendarai mobil? Soalnya klo berpapasan dgn yg lain serasa mau bertabrakan pdhal masih jauh? Trus klo d belokan gmna crnya?

wildan mengatakan...

Kang mau tanya.. Bgmna cra kita mngtahui filling saat mngendarai.? Misalnya posisi kita pas dgn jln? Tdk trllu ke tngah dan ke samping? Trus saat djlan mobil sdng berjlan kmudian nemu belokan. Itu gmna crnya?

wildan mengatakan...

Kang mu tnya : bgaimna cra mngatur filling kita supaya mobil pas dgn jln . tdak trllu ke tngah dan ke samping? Trus jka saat berjln ada belokan itu gmna caranya?

gery inzaghi mengatakan...

terimakasih artikelnya bagus dan sangat bermanfaat. terutama bagi pemula. menambah pengetahuan.

Olih Al Fajri mengatakan...

sangat membantu sekali, makasih atas sharenya

Islamiyati mya mengatakan...

sya pengen langsung praktek setelah baca artikel ini.. trimakssih penjelasan nya.

Roby mengatakan...

@wildan:
silahkan baca penjelasannya di halaman ini

http://my-much.blogspot.com/2014/02/pentingnya-feeling-menyetir-mobil.html

Luki mengatakan...

Artikel yang sangat informatif! :D Penjelasannya detail, sistematis & step by step, dan disertai contoh real kondisi di jalanan.
Banyak info baru yang baru saya tau sbg pemula, terutama ttg : (1)Pengenalan kopling & fungsinya. (2)Saat mobil diam mau jalan, jalan datar, masuk gigi 1, ternyata lepas kopling tanpa injak gas sudah bisa bikin mobil maju perlahan. (3)Cara tadi bisa dipake saat jalan macet juga. (4)Kalau kecepatan tinggi, injak kopling justru mobil makin melaju cepat. (5)Kalau mau stop,kapan yang duluan kopling-rem atau rem-kopling. (6)Tips jalan nanjak.
Sangat bermanfaat sekali deh, mantabbs! Thx share nya gan

Erwin bukan Gutawa mengatakan...

Makasih infonya gan, sangat membantu,,

dzay achmad mengatakan...

Mantap banget infonya sangat membantu

dzay achmad mengatakan...

Mantap infonyaa

triannisa fajri mengatakan...

cool..

asep saepudin mengatakan...

Info yang berguna

Mustopa Frida mengatakan...

Terimaksih gan sangat membantu

giogie bastian mengatakan...

Om rob mau nanya kalo mesin mati pas masuk gigi , cara menghidupkannya gmn ? . Apa d netralkan dlu ? .

Roby mengatakan...

@giogi bastian:
ada 2 cara
1. injak kopling, pindahkan ke gigi netral, hidupkan mesin, baru masukkan gigi 1 utk mulai jalan
2. injak kopling, hidupkan mesin, pindahkan ke gigi satu utk memulai jalan

kedua cara ini intinya sama, mesin dapat dihidupkan dengan aman pada posisi mesin tidak terhubung dengan penggerak roda, mesin tidak akan terhubung dengan penggerak roda ketika gigi netral atau ketika kopling diinjak penuh.

ahmad khoirul anwar mengatakan...

Makasih banyak atas ilmu nya :)

Firman Hadi mengatakan...

brmanfaat bgt ilmunya broo

Unknown mengatakan...

thanks gan sharing ilmunyaaa

Zakiy Setiawan mengatakan...

Makasih Gan... infonya sangat Bermanfaat.... Lanjut Terus Gan..... :)

aqUe ERLIz MUANJee mengatakan...

jadi tahu kalau baca gnie....makasih ilmunyaa.....

Nia nia mengatakan...

Siip. Tengkiu ya :-)

DIstro Herbal mengatakan...

Hello Gan, Ane sekarang sudah bisa nyetir sendiri. Sudah naik gunung turun gunung, sudah berani balapan sama mobil lain, hehehe.

Thanks infonya

Roby mengatakan...

@DIstro Herbal:
siip, selamat, semoga semakin ahli pake mobil :)

Bambang Susanto mengatakan...

Terima kasih Ilmunya Guru.

Nurul Indahsyah mengatakan...

Bermanfaat bgt teorinya. Makasi..
Baru hari ini belajar mengemudi. Kaku bgt :D

Benny Pratama mengatakan...

Artikel yang sangat bermanfaat, makasih gan :)

albert purba mengatakan...

Terimakasih.informasi yg bermanfaat

panjie you do mengatakan...

ilmu yg sangat bermanfaat...
bnyak masukan dr artikel ini. trima kasih bnyk untuk penulis

panjie you do mengatakan...

oh iya gan.. mau tanya banyak yg bilang kalau kita sering memainkan kopling pd mobil maka kopling mobil kita akan cepat rusak dalam waktu dekat. apakah benar? atau saya hanya salah pemahaman saja, kalau saya slah pemahaman mohon untuk di jelaskan gan.
trima kasih s'blum nya.

Edo Wardo mengatakan...

Bermanfaat smoga lncar sy ltihan mobilny y mas

Roby mengatakan...

@panjie you do:
Perlu kita pahami bahwa kopling dirancang sebagai piranti penghubung antara putaran mesin dan roda, secara teknis fungsi ini sangat vital, tapi produsen sudah merancang dan membuatnya bisa bekerja keras dan tahan lama, tapi perlu kita pahami juga ada bagian kopling yang sifatnya sama seperti perangkat laiin seperti ban, yang ada batas waktu pemakaian karena aus, seperti halnya ban luar, terus bekerja bergesekan dengan berbagai macam bentuk jalan, pada akhirnya akan gundul, begitu juga dengan kampas kopling (salah satu bagian kopling), karena peran utamanya adalah begesekan ketika perpindahan gigi atau menahan beban mobil di tanjakan atau digunakan lebih banyak ketika setengah kopling, maka secara perlahan akan aus juga, aus bukan berarti rusak, karena memang perangkat seperti ini ada masa pakainya, selama kita menggunakan sesuai fungsinya memang ada saatnya diganti, lama cepatnya diganti juga kembali ke seperti apa kita menggunakan kendaraan, seperti halnya ban, lebih banyak di jalan apa, jalan tanah, jalan aspal, atau apa, begitu juga dengan kampas kopling, lebih sering kita gunakan naik2 gunung atau jalan berbukit, jalan raya mulus, jalanan macet, atau tiap hari parkir keluar masuk garasi dengan posisi miring, maka semakin banyak peran kopling semakin cepat juga masa pakainya, jadi selama pemakaian sesuai fungsinya maka tidak ada yang perlu dirisaukan, yang penting kita tau dan siap ketika saatnya ganti. jangan sampai mobil sering dipakai turun naik di jankanan dengan kondisi sering macet tapi kita tidak menghiraukan ketika saatnya ganti kampas kopling, nanti kita sendiri yang kerepotan dan beresiko ketika kampuas kopling sudah aus tidak segera diganti tapi posisi sedang dijalan yang sulit, bisa-bisa kendaraan gak kuat dan malah mundur, akhirnya kita terpaksa banyak memainkan rem tangan, padahal rem tangan juga perlu diperhatikan dan dijaga fungsinya karena rem juga perangkat yang ada masa pakainya karena bisa aus.

lilis ningtiyas mengatakan...

nice article,, sangat bermanfaat,,trmkasih,, :)

fahma sarira mengatakan...

mau tanya, kalo misalnya mobil berjalan pada gigi 4 ke atas lalu menurunkan kecepatan apa harus memindahkan gigi secara perlahan (maksudnya harus ke gigi 3, lalu ke 2, baru 1) atau langsung saja ke gigi 1?
lalu misalnya mobil sedang berjalan di gigi 5, tanda2nya apa kalo harus turunin gigi ke yg lebih rendah? apa berdasarkan range speedometernya? terima kasih

fahma sarira mengatakan...

satu lagi, apakah saat menyalakan mobil, mematikan mobil, dan mobil saat posisi netral (nyala) kopling harus diinjak? saya pernah kursus mobil, pake manual, tapi karna kesini2nya pake matic terus jadi lupa cara pakai manual. terima kasih

Roby mengatakan...

@fahma sarira:
fungsi utama kopling adalah untuk penghubung antara mesin dan penggerak roda, apabila kopling diinjak itu berarti melepaskan hubungan keduanya, dengan kondisi tidak terhubung inilah perubahan gigi tidak akan berefek sampai terhubungn kembali, menyalakan mobil atau mematikan mobil juga tidak ada hubungannya, kenapa kadang instruktur mengajarkan injak kopling saat menghidupkan mesin adalah utk memastikan agar kondisi apa ketika misalkan tanpa disadari gigi masuk

Roby mengatakan...

@fahma sarira:
perpindahan gigi bukan pada urutannya, tapi pada kondisi kecepatannya, misal saat melaju kencang dengan gigi 4, kemudian situasi membuat harus merem mendadak, itu berarti mobil secara drastis melambat, nah saat mau jalan kembali tentu bukan gigi 4 atau 3 yg dubutuhkan tapi 1 atau 2, nah pada kondisi ini dari gigi 4 tadi lalu rem mendadak, langsung aja ke gigi yang sesuai dengan kecepatan, langsung 1 atau langsung 2, lalu jalan kembali.

kemudian utk mengetahui gigi berapa yang pas, mau dinaikkan atau diturunkan, bisa dilihat dari angka rpm, kondisi jalan normal rpm di kisaran 2.000 - 2.500, kondisi butuh tenaga besar 3.000 ke atas, jika rpm terlalu rendah anda perlu turunkan gigi, jika terlalu tinggi anda perlu naikkan.

cara lain adalah dengan membiasakan mendengar suara mesin atau getaran mobil, suara meraung berarti rpm terlalu tinggi, mobil agak bergetar berarti rpm terlalu rendah.

selamat mencoba :-)

Yudha S mengatakan...

Kalo memasukkan ke gigi R baik mesin hidup atau mati, sering sulit padahal kopling dah diinjak penuh. Apakah ada kelainan pada transmisinya? Ataukah itu gejala umum setiap mobil?

Roby mengatakan...

@Yudha S :
biasanya semudah masukin gigi 1 - 5, mungkin ada kelainan di bagian transmisi

acho mengatakan...

Waktu menginjak kopling atau gas, apakah sebaiknya tumit menempel di lantai mobil?

Roby mengatakan...

@acho:
yg penting diinjak aja, soal posisi itu kembali ke postur tubuh masing2 dan tipe mobil yg digunakan, ada yg kakinya besar, panjang, ada yg berbadan tinggi dan rendah sehingga posisi tapak kaki juga berbeda saat duduk

Unknown mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Agus Zaenudin mengatakan...

berarti kalo mobil sedang melaju dengan gigi 2,3,dst tidak perlu injak kopling ya cukup dengan gas dan rem kecuali mobil mau berhenti atau mau ganti gigi

Roby mengatakan...

@Agus Zaenudin:
jika yang Anda maksudkan adalah saat kendaraan berjalan pada gigi tertentu misalkan 3, lalu ada kebutuhan menambah atau mengurangi kecepatan, selama kecepatan itu masih pas utk gigi 3, maka cukup menginjak gas atau rem saja, tetapi bila kecepatan itu sudah tidak sesuai dengan kecepatan, misal jalannya mobil sudah terlalu lambat maka turunkan gigi dulu, atau sudah melaju kencang dan rpm sudah tinggi maka perlu menaikkan gigi.

acho mengatakan...

Mkasih bnyk bang,uraian dr postingan ini jauh lbh lngkap n jlas drpd pngajar2 sy slama ini. Jd poinnya adlh latihan,latihan,dan ltihan..sip☺

acho mengatakan...

Knapa ya klo sy ngoper gigi, stir kadang2 ikut bergeser sehingga mobil jalannya jd melenceng gtu.. mhon pencerahannya, mksih ya!

Roby mengatakan...

@acho:
berdasarkan pengelaman dulu pas baru bisa nyetir, setir ikut bergoyang karena kita belum terbiasa memegang stir dengan sebelah tangan (tangan kanan) karena tangan kiri memegang tuas gigi, tapi jika kita sudah terbiasa memegang kemudi dengan sebelah tangan, mestinya stir goyang gak akan terjadi, semoga bermanfaat :)

panjie you do mengatakan...

Pak roby berarti di jln yg sdikit menanjak saat kita berhenti dan menginjak pedal rem dan ingin jalan lg kita buka pedal kopling hingga stengah mobil sudah bisa jalan lg?

Roby mengatakan...

@panjie you do:
sepertinya saudara panjie perlu membaca ulang penjelasan saya di artikel ini, kondisi yang Anda sebutkan tadi kondisi yang tidak ideal, karena Anda menyebutkan di jalan sedikit menanjak lalu berhenti dan menginjak rem, itu artinya ketika Anda perlu menginjak kopling setelah itu maka Anda pasti akan melepas rem, dan itu berarti ada jeda yang membuat mobil akan mundur.

Nyopatna mengatakan...

Waah. Selain jadi guru les mobil juga jadi motivator ini.. Salut kang dengan katanya2

adit yas mengatakan...

Trimakasih banyak, ilmu yang sangat bermanfaat, jujur saya belajar otodidak dalam mengendarai mobil transmisi manual, dan blog ini yang menjadi mentor serta gurunya,. trimakasih banyak mas..

Roby mengatakan...

@Adit yas:
Sama-sama mas, semoga banyak memberikan manfaat

Dedy Kunardi mengatakan...

Sangat bermanfaat penjelasannya....

doel sabenih mengatakan...

Bang rob, mohon penjelasannya donk kira2 kisaran kecepatan berapa kita harus menurunkan dari gigi 5 ke 4, dari gigi 4 ke 3, dari 3 ke 2 soalnya ane masih rada bingung bang, kalau buat naekin gigi ane udah bisa ngeraba dari suaranya cuma kalo nurunin kadang2 ane masih keder, makasih bang

Roby mengatakan...

@doel sabenih
kalo soal nurunin gigi sebenarnya prinsipnya sama dengan naikin gigi, menyesuaikan dengan putaran mesin dan kebutuhan tenaga mobil di jalan. tapi memang feeling kita jadi berbeda, jika naikin dapat terasa jelas dari getaran/beratnya tenaga dan suara mesin, jika nurutin seringnya tidak terasa karena pada saat mobil melaju dengan gigi tinggi (3 atau 4) kemudian berangsur pelan tidak berimbas di tenaga dan suara (pada jalan datar) baru akan terasa signifikan jika di tanjakan karena secara cepat mobil akan kehilangan tenaga, tapi pada jalan datar tidak masalah kita agak telat menurunkan gigi selama belum ada kebutuhan utk menaikkan kecepatan kembali, dapat dirasakan dari tenaga mobil yang menurun dan mesin bergetar ketika kita hendak menginjak kembali gas, nah dengan begitu berarti sudah saat menurunkan gigi agar mobil dapat naik lagi kecepatannya tanpa terasa berat

acho mengatakan...

Pd wktu mnyalip bgmna caranya memperkirakan mobil kita tlah melewati kendaraan yg kita salip, mksih sbelumnya..

Roby mengatakan...

@acho
mengemudi mobil sebenarnya lebih banyak menggunakan feeling daripada menggunakan alat bantu. feeling dapat terbentuk dengan membiasakan merasakan kecepatan mobil yg disalip ataupun mobil kita gunakan. sehingga pada akhirnya akan terlatih feeling bahwa kita sudah melewati kendaraan yang disalip tanpa melihat spion.

tapi bukan berarti kita mengabaikan spion, feeling kadang juga bisa terjadi kesalahan tergantung kondisi kita saat mengendara, sedang ngantuk, capek, atau kurang konsentrasi, spion tetap dilihat setelah kita menyalip untuk memastikan kita sudah jauh didepannya. apalagi menyalip pada kondisi pelan di jalan yg ramai, justru wajib lihat spion.

caranya pastikan bagian belakang mobil kita terlihat dan bisa dikira-kira posisinya sudah lewat dari benda apapun yang kita lewati

Asep Hermansyah mengatakan...

Tips ny min kalau nyebrang di jln raya yg aga nanjak biar mobil pas mau jln ga mundur tu gmna pengaturan kopling ny sama gas ny?? Mklm saya pemula

panjie you do mengatakan...

pa roby ada tips untuk mengemudi di jalan tol bagi pemula yg sudah mulai lancar berkendara. tapi belum pernah berkendara di jalan tol.
trimaksaih sebelum nya.

Ade Bachtiar Wirobronto mengatakan...

Bagaimana cara memainkan kopling saat akan dan sedang putar balik (U turn)?

Roby mengatakan...

@Ade Bachtiar Wirobronto:

menggunakan kopling sebenarnya tidak berhubungan langsung dengan cara berputar balik, tapi karena pada saat kita beputar balik kendaraan dalam keadaan berhenti dan berjalan pelan atau bahkan harus menunggu sesaat dan kesempatan sangat singkat maka keahlian menggunakan kopling sangat berperan, jika masih belum mahir maka masalah yg umum ditemui adalah mesin mati.

tips singkat ketika memutar balik khususnya di jalan yang ramai antara lain
1. besar kecilnya kendaraan, jika mobil kita besar, pastikan anda memahami radius putarnya, utk mobil dengan radius 5 ke atas, anda perlu agak ke kiri terlebih dahulu dengan arae yang cukup sebelum berputar ke kanan
2. pastikan kendaraan sudah sangat pelan sebelum berputar, gunakan gigi 1 sebelum anda berputar, lakukan secara perlahan saja, sambil memperhatikan kendaraan dari arah berlawanan
3. pada saat ramai Anda tentu akan berhenti sebentar, oleh karena itu gunakan setengah kopling, sehingga ketika kesempatan utk berputar sudah tiba, anda tinggal menginjak gas dan mengangkat kopling

semoga dapat membantu

Roby mengatakan...

@Asep Hermansyah:
mas asep silahkan baca kembali artikel ini, karena saya sudah mengulas cara-cara menguasai kopling pada berbagai keadaan, sehingga ketika Anda menemukan keadaan agak menanjak untuk menyeberang jalan caranya juga sama

Roby mengatakan...

@panjie:
Tidak ada tips spesifik mas panjie, jika Anda sudah lancar menggunakan mobil, pesan yang penting untuk kita ingat selalu adalah tetap berhati-hati, jangan ngebut, jika di jalan tol silahkan maksimalkan kecepatan, tp ada batas tertentu dimana kita sudah bisa dikatakan ngebut, patuhi segala rambu-rambu, dan perlu diingat, kita sudah hati-hati pun, bisa jadi orang lain yang tidak hati-hati dan dapat membahayakan kita

sisilia irawan mengatakan...

mas roby, mau tanya.
sebenernya ya, kalo kita berjalan hanya dengan melepas kopling saat macet. itu lebih cepat aus koplingnya atau tidak? dibanding melepas kopling dibantu dengan gas kecil saat macet?
trims ya mas.

Roby mengatakan...

@sisilia irawan

kopling akan lebih cepat aus jika sering digunakan setengah kopling, atau membawa beban berat, atau sering digunakan dijalan tanjakan, karena pada saat itu ketiga kondisi itu terjadi kampas kopling lebih banyak bergesekan.

johar bening karawang mengatakan...

Gua bawapaling susah bawa mobil manual mundur doanx musti pas sin badan ekor mobil terus harus pas parkiran pallng sempit cuma 2 centi dari mobil orang

Roby mengatakan...

@johar
melihat posisi belakang baik langsung atau dengan spion memang butuh kebiasaan, karena feeling kita perlu dilatih, terkadang rasanya masih jauh ternyata sudah mepet, atau sebaliknya, rasanya sudah mepet padahal masih jauh, banyak berlatih aja, lama-lama feeling kita akan bagus

Kartika Sari mengatakan...

Terimakasih, jelas dan mudah di pahami.

dicky zuhriyanda mengatakan...

Lengkap & mudah dimengerti terimakasih banyak

Unknown mengatakan...

Kalu bisa di tambahkan penggunaan rem tangan pada saat menanjak,terima kasih

Roby mengatakan...

utk penggunaan rem tangan sudah sy jelaskan di beberapa komentar di atas, rem tangan berguna saat menanjak ketika mobil berhenti agar tidak mundur, tetapi pada saat mobil berjalan yang paling penting adalah onderdil kampas kopling, jadi pastikan kampas kopling tidak aus atau sudah waktunya diganti tapi belum diganti karena akan membuat kendaraan sulit menanjak dan pada tanjakan yang cukup curam akan beresiko mundur pada saat mobil berjalan alias tidak kuat nanjak

superior extrada mengatakan...

Mas mau nanya diatas dijelaskan kalo kendaraan sedang melaju pada kecepatan gigi 3 langsung injak kompling bisa sedikit melaju mendadak, bagaimana jika kondisi mobil pada saat kecepatan gigi 5 mau ke gigi 3, kan harus sedikit direm hingga kecepatan range ideal gigi 3, pada range kecepatan gigi 3 tersebut langsung injak kompling full untuk ke gigi 3, apakah saat kondisi tersebut menginjak kompling dapat membuat mobil meluncur/melaju mendadak?

Roby mengatakan...

@superior extrada:
ya, jika gas sudah diturunkan dan rem sudah diinjak itu berarti kecepatan mobil sudah menyesuaikan dengan gigi 3, pada kondisi ini injak full kopling tidak masalah

OkaSedanaYasa IGustiMade mengatakan...

Terimakasih atas blog sama komentar yg tertera di atas saya tadi baru mengawali belajar mengendarai mobil sesuai yg baca di blog ini memang semua kesulitan saya sudah terjawab semua dan saya sangat Terimakasih dengan instruktur roby dan yg masih saya ragukan dari belajar mengemudi saya masih kesulitan saat mencoba bertahan mengikuti garis pemisah lawan arah saya masih takut karena ramai'a kendaraan lawan arah yg saling menyalip itu saja yg bisa tanyakan maklum saya masih pemula dan blog ini sangat cukup sempurna dan inspiratif.

Roby mengatakan...

@OkaSedanaYasa IGustiMade :
rasa takut masih wajar utk pemula, selama mobil kita tidak melewati garis tengah dan mobil dari arah berlawanan juga tidak melewati garis tengah, meskipun ramai dan kencang masih aman. kalo ada yang saling menyalip pastikan jarak kita tidak terlalu dekat. yang penting selalu berhati-hati dan ikuti cara-cara mengemudi yang baik.

Mer mengatakan...

Masakasih bt sharenya..sgt bermanfaat bt pemula

agus surahman mengatakan...

terima kasih bang rob, artikelnya menambah wawasan khususnya buat ane.

Redemption mengatakan...

Bagus banget penjelasannya. Siiip gan

Hilmi Ridho mengatakan...

Mas saya mau nanya, nah klw saya susah paswaktu perpindaham gigi klw dari jalanan lurus mau naiki jalanan yang menanjak, contoh nya gini pas dijalanan agak lurus mobil saya berada di gigi3,nah pas mau masuk jalanan menanjak kan sayu mah memindahkan giginya ke gigi1,nah disitu saya sulitnya paswaktu memindahkan giginya susah malah nggak masuk, ujungujungnya malah masuk ke gigi4,minta solusinya gan!

Hilmi Ridho mengatakan...

Mas saya mau nanya, nah klw saya susah paswaktu perpindaham gigi klw dari jalanan lurus mau naiki jalanan yang menanjak, contoh nya gini pas dijalanan agak lurus mobil saya berada di gigi3,nah pas mau masuk jalanan menanjak kan sayu mah memindahkan giginya ke gigi1,nah disitu saya sulitnya paswaktu memindahkan giginya susah malah nggak masuk, ujungujungnya malah masuk ke gigi4,minta solusinya gan!

Roby mengatakan...

@Hilmi Ridho:
kalo dari cerita mas hilmi sepertinya salah satu kendala adalah belum terbiasa memosisikan tuas perseneling ya, sehingga niatnya mau ke gigi1 malah ke gigi4. utk masalah ini perlu membiasakan diri, kalopun feeling tangan kiri sering gak pas, bantu dulu dengan melihat sejenak utk memastikan arah tuasnya sudah sesuai dengan gigi yang ingin kita pindahkan.

kemudian utk pindah ke gigi lebih rendah, cerita yang mas hilmi maksudnya menunjukkan kondisi jalan pelan sehingga utk menanjak niatnya pindah ke gigi 1, kondisi pelan cenderung lebih mudah, jauh lebih mudah dibandingkan kondisi jalan sedang atau cepat, misal pada jalanan pegunungan yang menanjak dengan kecepatan yang sedang.
yang paling penting dalam menurunkan gigi khususnya utk menanjak adalah keseuaian kecepatan, tanjakan pelan yg membutuhkan gigi 1, anda pastikan sebelum posisi menaik sudah berpindah ke gigi 1, dan sebelum berpindah ke gigi 1 kendaraan anda sudah cukup pelan yang sesuai dengan gigi 1.

Hilmi Ridho mengatakan...

Okay sipp, makasih mas roby penjelasannya sangat mudah dimengerti dan sangat bermangpaat banget, penjelasannya juga Real!!!
Thank you @Roby!

rahmat mengatakan...

terimakaih ilmunya sangat2 membantu buat pemula seperti saya

Devy Ramdhan mengatakan...

mas kenapa ya pas saya naikin gigi dari 2 ke 3 mobilnya jadi berhenti dan muncul suara gerungan

Roby mengatakan...

@Devy Ramdhan
saya belum bisa menangkap persis apa yang Anda jelaskan.

suara gerungan biasanya terjadi ketika posisi netral tapi kita nginjak gas sehingga suara mesin nyaring

suara gerungan biasanya juga terjadi ketika menurunkan gigi tapi kecepatan tidak sesuai, misal dari gigi 3 ke 2, tapi laju kendaraan masih terlalu kencang, sehingga putaran mesin masih tinggi ketika masuk gigi 2 penggerak tidak dapat berputar cepat karena gigi 2 memang gigi yang lebih rendah putarannya lebih lambat tapi dengan tenaga lebih tinggi.

sedangkan yang anda maksudkan naikin gigi ke 3, bisa jadi gigi blm masuk ke 3 tapi sudah ter-gas, jadi suara mesin jadi nyaring.

jika mobil malah berhenti, bisa jadi karena tidak sesuai antara putaran mesin dengan gigi, jika kondisinya seperti yg ada maksudkan, mesin mati ketika naikin gigi, bisa jadi sebelum anda melepas kopling gas sudah tinggi dan suara mesin meraung, lalu anda lepas kopling agak mendadak sehingga mesin mati.

itu yang bisa saya analisa, krn sy kurang tau persis kondisi yang anda ceritakan.

Selamat Anda telah membaca Blog saya mengatakan...

Trima kasih mbak ats infonya.

dian novi mengatakan...

Artikel yg sgt membantu. Untuk oper gigi 2 ke 3 kenapa msh ngaget/nyendal ya mobilnya. Gmn cara mengatasinya? Terima kasih

Fadli Irawan Mardjan mengatakan...

Gila mas keren dalam menjelaskan. sedikit saran kalau bisa pada saat menjelaskan medan atau kondisi mobil pada saat dimaksud kalau bisa ada gambar atau fotonya atau lebih bagus lgi kalau ada videonya pada saat menjelaskan. itu akan lebih cepat memudahkan pembaca dalam memahami dari apa yang dimaksud oleh si penulis. terimakasih.

Eka Wulan mengatakan...

Pada saat mobil posisi terparkir dijalanan yg sedikit menajak, bagaimana cara jika ingin mulai menjalankan mobil ? Apakah sama seperti ketika memulai mnjalankan mobil dijalan yg datar

rizal fauzal mengatakan...

Kalau mau nyalip mobil lain d tanjakan yg sedang jln sekitar 40/50km...enakny d gigi brp dan rpm brp

Nasrul mengatakan...

Makasih ya, penjelasannya sangat mudah dipahami.

Roby mengatakan...

@rizal fauzal
menyalip prinsipnya sama seperti motor, tergantung pada kondisi jalan dan kecepatan. kemudian pada kondisi apapun yang namanya nyalip yang benar adalah laju kita harus maksimal namun tetap dalam batas aman, sehingga jangan sampai terjadi menyalip terlalu santai atau tidak bisa mengejar kecepatan yang disalip, salah satu faktor penyebab tidak bisa mengejar kecepatan adalah karena salah menggunakan gigi, pastikan gigi yg digunakan adalah gigi dengan tenaga maksimal dan kecepatan maksimal, agak sulit menjelaskan ini tapi jika anda sedikit memahami cara kerja mesin dan kopling Anda akan lebih paham. selama gigi masih bisa dimaksimalkan kecepatannya maka tidak masalah suara mesin menjadi keras, dan ketika sudah mencapai kecepatan maksimal suatu gigi baru saatnya berganti ke gigi yang lebih tinggi.

Roby mengatakan...

@Eka Wulan
Ada setidaknya dua kemungkinan posisi parkir Anda, pertama jalan miring ke depan depan dan yang kedua jalan miring ke arah belakang tapi keduanya akan sama yaitu menggunakan rem.

karena menuruni jalan miring kita akan menggunakan rem terlebih dahulu, ketika Anda melepas rem secara perlahan maka mobil akan maju dengan sendirinya dengan kecepatan mengikuti kemiringan area parkir, jika mobil sudah tidak begitu bergerak maju lagi maka inilah saatnya Anda menggunakan gigi 1 dan gas untuk menjalankan mobil. ini dapat berlaku baik maju maupun mundur.

tatat tatik mengatakan...

Iya, penjelasan teori gamblang n mudah dipahami bagi pemula, trus bikin motivasi n semangat makin tinggi.makasih bnyk

ci ega Sartika mengatakan...

Pada saat memasukan mobil kedalam garasi yg menanjak dengan ujung garasi tembok dindinng, gigi berapa agar aman dan agar mobil tidak melonjak dan menabrak dinding ? mohon sarannya

Roby mengatakan...

@ci ega Sartika
parkir menanjak gunakan gigi 1, mobil tidak akan melonjak atau menabrak jika kita sudah terbiasa berjalan pelan merayap, seperti salah satu nasehat dari para instruktur, yg paling penting itu belajar pelan

Laa Tansa Printing mengatakan...

Bang Roby, ketika menjalankan mobil dgn hanya setengah kopling (tanpa gas) apakah dapat membuat kopling rusak atau kampas kopling cepat habis karena gesekan? mohon sarannya, terima kasih.

Asep Iskandar mengatakan...

makasih. sangat membantu.

Roby mengatakan...

@Laa Tansa Printing:
Bergesekan sudah pasti, karena fungsi kampas kopling memang salah satu tujuannya adalah untuk menghubungkan putaran mesin dengan transmisi, pemakaian tanpa setengah kopling pun tetap saja ada gesekan, itulah sebabnya salah satu agenda perawatan kendaraan baik motor ataupun mobil adalah ada waktunya kampas kopling harus diganti.

pada mobil dengan transmisi manual setengah kopling mempunyai fungsi tersendiri, tidak mungkin kita hindari sepenuhnya, dan justru harus kita gunakan pada kondisi yang diperlukan.

Kukuh Dwi Pradito mengatakan...

Bang roby, saya mau nanya, saat menginjak rem apakah menggunakan kopling penuh atau setengah kopling?

totobi mengatakan...

Mau tanya. Pada waktu kursus mengemudi, kopling pada waktu gigi 1 dilepas perlahan mobil sudah bisa berjalan sampai lepas penuh pun tanpa gas, mobil tetap jalan. Ketika praktek sendiri debgan mobil sendiri, kopling gigi 1 dilepas perlahan, mobil gak bisa jalan padahal hand rem sudah di lepas. Yg terjadi malah mobil mati kayak minta ditambah gas baru mau jalan. Kenapa ya pak?

Roby mengatakan...

@Kukuh Dwi Pradito
Tergantung kondisi, jika kendaraan sudah pelan dan akan berhenti, injak kopling penuh dan lalu injak rem. jika kendaraaan masih melaju, langsung saja injak rem tapi perlahan. jika diturunan, tidak boleh injak kopling, harus andalkan rem saja.

penjelasan rincinya sudah pernah saya tuliskan pada komentar sbb:

@Gaby Maulida: pertanyaan yang bagus sekali.

saya dulu belajar dari 2 instruktur berbeda, yang satu bilang kopling dulu baru rem, yg satunya lagi bilang rem dulu baru kopling.

setelah memahami maksud mereka sy akhirnya paham bahwa keduanya benar dan tergantung kondisi laju kendaraan.

jika mobil berjalan sangat pelan, jika mau berhenti injak kopling dulu baru rem, jika rem dulu maka mesin mobil bisa mati.

jika mobil masih berjalan dengan kecepatan yang lumayan, jangan injak kopling, jika Anda injak kopling maka mobil akan bertambah kencang mendadak sesaat sebelum Anda sempat menginjak rem, ini justru berbahaya sekali, apalagi di jalan menurun. pada kondisi seperti ini, saat kecepatan kendaraan masih lumayan, injak rem dulu perlahan (jangan mendadak ya :D ), jangan khawatir mesin mobil tidak akan mati, setelah mobil sudah mulai berjalan pelan, injak kopling, turunkan gigi, dan jika ingin langsung berhenti, terus injak kopling dan terus injak rem, sampai mobil berhenti sempurna.

semoga bisa dipahami, selamat belajar mengemudi

Roby mengatakan...

@totobi
maaf baru bisa balas, kebetulan lagi byk kesibukan :-)

pertanyaan yg menarik, kedua kondisi itu memang benar, dan bahkan bisa jadi sering terjadi, jadi kita harus pahami itu.

secara umum kopling dilepas pada gigi 1 tanpa injak gas itu mobil bisa berjalan, sering disebut langsam, atau putaran mesin standar sebelum gas diinjak. ini bergantung pada beberapa faktor, yaitu: setting rpm mesin, jika tinggi maka jalannya mobil lebih cepat, jika rendah maka bisa jadi mobil hanya diam atau bahkan mati. faktor lain adalah berat kendaraan, penumpang 1 atau penumpang 5 akan berbeda, pada saat penumpang satu mungkin bisa jalan, tp dengan penumpang 5 mobil malah bisa mati karena harus dibantu dengan gas agar dapat menjalankan mobil dengan beban lebih berat. berbeda mobil sudah pasti akan berberda, tergantung setting rpm masing2 kendaraan, biasanya pada saat service, setting rpm disetel sesuai standar pabrik. kemudian mobil utk latihan cenderung ditinggikan rpmnya, ini untuk mempermudah belajar nyetir pertama kali.

mas alwashliyah news mengatakan...

mantapp ฤ‰omplete

Laa Tansa Printing mengatakan...

Terima kasih bang roby, Alhamdulillah saya sdh lebih lancar bawa manual sekarang. Ilmu yg bermanfaat sekali. Sekali lg terima kasih bang roby.

Ahmad Naufal mengatakan...

Wah mantep blognya komplit, semua yang aku tanyain ada di artikel dan komen2nya
Mantep bang rob, terima kasih

Suwito Intarso mengatakan...

Saya merasakan hal yang sama setelah berlatih setir selama sebulan. Membantu sekali artikelnya.

suparmo 71 mengatakan...

Bang Roby, apa yang harus diperhatikan jika kondisi terpaksa dipertengahan tanjakan harus oper gigi, karena dirasa mobil tdak kuat menanjak ? Trims

milano haris mengatakan...

terima kasih, sangat bermanfaat

Roby mengatakan...

@suparmo 71
ada dua kemungkinan, jika mobil masih dalam keadaan menaik tapi kita sudah memperkirakan tidak akan kuat dalam beberapa saat lagi, maka ada kesempatan untuk menurunkan gigi segera dengan menginjak kopling, lalu turunkan gigi, dan mulai menaikkan gas, tapi jika mobil sudah berjalan pelan dan sangat tidak kuat dan mungkin mesinnya akan segera mati, maka terpaksa kita amankan dengan rem kaki dan kemudian rem tangan sebelum mobil mundur, kemudian gunakan teknik memainkan kopling dan rem tangan yg sudah saya jelaskan ketika kondisi berhenti ditanjakan dan akan memulai jalan kembali.

Dinar Adi Prasetyo mengatakan...
Komentar ini telah dihapus oleh pengarang.
Rahaju Wurjaningsih mengatakan...

terima kasih, bermanfaat...

Roby mengatakan...

@Dinar Adi Prasetyo
mesin meraung keras itu artinya mesin berputar kencang tanpa hambatan, biasanya karena kopling belum benar-benar diangkat, jadi belum terhubung antara mesin dengan perseneling.
tapi jika meraung tetapi mobil masih bisa jalan, itu artinya kopling sudah terhubung tapi hanya sedikit, bisa dikatakan setengah kopling atau kurang.
solusinya kopling diangkat lagi aja sampai benar-benar menggigit dan menggerakkan mobil tanpa raungan keras.

savise sarese mengatakan...

Mas mau nanya.. pada kecepatan 20km/jam posisi gigi 2 mau berhenti. Yg di injak rem dulu apa kopling dulu?

Deni Muhammad Irawan mengatakan...

Mas Roby,apabila memulai star mobil dengan cara tekan kopling full terus masukkan gigi 1 kemudian stel gas di rpm 1,5.apakah akan membuat mobil maju cepat...terus apakah akan membuat kampas kopling cepat aus?

Kartika Dewi mengatakan...

Siip. Thumb up. Penjelasan yg komprehensif.

Roby mengatakan...

@Deni Muhammad Irawan
mobil maju bergantung pada banyak faktor, salah satunya beban, semakin tinggi beban semakin besar tenaga yang dibutuhkan, ini akan berpengaruh ke seberapa besar perpaduan gas dan kopling.

kampas kopling memang dirancang utk digunakan bergesekan sesuai tujuannya, dan beberapa tujuannya adalah pada saat memulai jalan, tanjakan, maupun setengah kopling.

Roby mengatakan...

@savise sarese

pastikan menginjak rem terlebih dahulu, sampai kecepatan mobil cukup rendah, baru kemudian kopling

hitamaniz mengatakan...

Nice artikel. Mudah2an pertanyaan saya msh berhubungan dg artikel diatas. Hal-hal apasaja yg bisa mempercepat umur kampas kopling? Atau kebiasaan yg salah dlm mengemudi yg bisa memperpendek umur kampas kopling. Terimakasih

sukri mengatakan...

thank infonya

Unknown mengatakan...

Kalo kopling di angkat pada saat mobil berjalan cepat itu ngaruh pada kampas atau tidak

Arnes Ajha mengatakan...

Seandainya bisa di share di facebook bagus nih artikel
*saran ajha (y)

Abdul Rois Abdul Rois mengatakan...

Terimakasih atas penjelasannya

Abdul Rois Abdul Rois mengatakan...

Terimakasih banyak atas penjelasannya

Abdul Rois Abdul Rois mengatakan...

Mantap bang penjelasannya

Dazwan Panden mengatakan...

Gan saya mo nanya jik.kita berhenti di tanjakan..instruktur saya mengajarkan injak Rem dan posisikan porsneling di gigi1 pedal.kopling jgn di lepaskan..kalau mau jalan cukup di lepas pedl Kopling secara perlahan sampai mobil berbetar sambil melepas Pesal rwm secara perlahan...cara begini boleh,benar gak?..trim's.

Novita NurFanani mengatakan...

MOGO CEPET LANCAR NGENDARAI MOBILNYA.. AAMIIN..HAHAH BYK YA BANGET YG HARUS DIPELAJARI.. ARTIKELNYA BERGUNA SEKALI..

Novita NurFanani mengatakan...

gan kadang sy lupa kalo sudah jalan ini lagi diposisi persneling berapa, soalnya gk ada tampilannya seperti motorkan kalo kita masuk gigi 3 bisa diliat. hehehe terus belajar ngatur jarak jg, susah susah sulit gan.. hiks hiks.. takut nyenggol takut kecemplung selokan bannya dll.. huhuhu

Novita NurFanani mengatakan...

terus gan stagnan kan gas nya jg agak sulit yah.. kaki saya gk ada sy angkat gasnya tiba2 turun.. trs mau ngegas lg eh jalannya kayak kuda.. hiks hiks.. sy belajar pake mobil jenis ayla gan,, emank begitu kh gasnya, sy pernah coba avanza gasnya enak terasa di kaki.. gk ky ayla gk terasa nginjak gasnya..

Joko Pramono mengatakan...

Mas, mau tanya. Knapa ya mobil saya di posisi persneling 2 tanpa nginjak gas, mobil masih bisa jalan?

Balohuku Tafonao mengatakan...

Adakah akibatnya di mesin mobil kita jika selama ini (sebulan) selalu injak kopling dikecepatan 30 km/h?

Balohuku Tafonao mengatakan...

Mobil saya baru sebulan udah keluar toko(mobil baru) saya baru belajar dan kebiasaan buruk saya selalu injak kopling bahkan disaat mobil sedang jalan pun saya selalu Tarok kaki saya di atas kopling,dan setelah saya baca artikel ini saya pasti berhenti. Namun selama ini saya kan sudah terlanjur dgn kebiasaan buruk itu, adakah akibat buruknya di mesin saya? Atau segeralah mobil saya diservicekan? Terimakasih

Mirdadproject mengatakan...

Terima kasih banyak artikelnya, Mas. Sangat membantu sekali sy blajar nyetir sdh hampir seminggu. Jam terbang masih sdikit, masih ragu dan takut klo mengendarai mobil. Trauma sering mati mesin hahaha oh iya, klo misalnya dijalan sempit trus berpapasan dgn mobil biasanya salah satunya berhenti, klo cuman nginjak rem saja kemudian maju lg bakalan mati mesin gak yah? (Posisi gigi 2)

Bayu Seputra mengatakan...

Kadang saya agak gugup d jalan yg agak sedikit menanjak dkarenakan saya pkir jalannya datar, tiba2 mobil mundur lalu cepat2 saya injak gas pelan dan lepas kopling, setelah drasa mobil diam saya rem tangan lalu netral, but artikelnyas sangat bermanfaat gan ๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†๐Ÿ˜†

Unknown mengatakan...

Pencerahan nya keren banget.... makasih bro ..

Unknown mengatakan...

msh agak takut.

Unknown mengatakan...

Artikelnya sangat sangat bermanfat sekali, bahasanya mudah dipahami untuk bisa dipraktekkan oleh istri saya yg sedang belajar nyetir. Terima kasih sudah berbagi ilmu.

NengKece mengatakan...

Saya lagi belajar mobil, masih suka bingung penggunaan kopling yg baik dan benar bagaimana, setelah menemukan artikel ini saya mulai paham. Terima Kasih atas informasinya

NengKece mengatakan...

Wow terima kasih infonya sekarang saya jadi percaya diri memainkan kopling

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 

Copyright © 2011 my-much blog | Design by Kenga Ads-template