Kamis, 17 April 2014

Tips menyetir mobil lanjutan, atasi kendala yang sering dihadapi pengemudi pemula

Diposting oleh Roby di 13.34
mengemudi mobil di jalanan tidak datar
mengemudi mobil di jalanan tidak datar
Bagi Anda yang sudah biasa mengendarai mobil di medan jalan yang standar, jalan raya, menikung, keluar masuk gang dan lain-lain. Sebaiknya Anda terus meningkatkan skill menyetir Anda khususnya untuk medan jalan pada kategori menengah. Misalkan persimpangan jalan yang tidak datar, dari jalan raya masuk dan keluar gang langsung menanjak atau menurun yang curam. Parkir menanjak maju maupun mundur, dan sebagainya.

 

Kunci utama mengemudi di jalanan yang tidak datar

Kadang-kadang kita menemui jalanan yang tidak rata, alias miring menanjak atau menurun, pada jalan raya yang arus kendaraannya lancar hal itu tidak jadi masalah, karena mobil terus aja dapat berjalan tanpa hambatan. Kondisi akan sangat berbeda jika di persimpangan, baik yang ada lampu merahnya maupun yang tidak ada. Pada persimpangan yang tidak ada lampu merah biasanya yang membuat mobil harus berhenti adalah karena antrian atau karena jalanan padat. Masalahnya bukan pada berhentinya mobil pada jalan yang miring atau menanjak tapi pada saat mobil mulai berjalan kembali. Jika mobil harus berhenti di tanjakan dan kemudian Anda injak kopling penuh dan kemudian rem kaki, mobil akan berhenti dengan mudah. Pada saat mau jalan, tentunya Anda harus mengangkat rem kemudian berpindah ke gas dan menginjaknya sambil mengangkat kopling perlahan. Nah jeda inilah yang membuat mobil akan mundur. Bagi Anda yang belum pernah mengalami kondisi jalan seperti ini, perlu Anda pahami bahwa kemiringan sedikit saja sudah cukup untuk membuat mobil mundur dengan cepat. Lalu bagaimana jika jalannya menanjak terlalu ekstrim seperti keluar gang yang kemiringannya bisa mencapai 30 derajat padahal muara gang adalah jalan raya yang tidak bisa langsung belok begitu saja tapi mobil harus berhenti dahulu sampai memungkinkan untuk berbelok ke jalan raya tersebut. Tapi jangan khawatir, jangan sampai membayangkan yang seperti ini membuat Anda jadi ragu untuk belajar. Mengemudi itu ada tekniknya, jadi yang perlu Anda pelajari adalah tekniknya kemudian berlatih dimulai dari kemiringan yang sedikit dulu dan bertahap ke yang ekstrim.

mengemudi mobil di persimpangan menanjak
persimpangan menanjak. suatu saat Anda akan menemui jalan seperti di gambar ini. jika Anda dari arah bawah kemudian ada kendaraan lain dari arah atas dari sisi persimpangan sedang melintas dan berbelok turun, maka Anda harus menunggu beberapa saat, dan bisa jadi di belakang Anda juga ada kendaraan atau mobil lain.
Meskipun saya pernah ulas teknik ini pada artikel sebelumnya, yaitu cara menguasai kopling manual akan tetapi yang ingin saya tekankan disini adalah jika Anda sebagai pemula dan jarang menggunakan mobil, bisa dipastikan Anda akan sering lupa berbagai teknik yang pernah Anda pelajari. Oleh karena itu sebisa mungkin hal-hal seperti ini lebih sering Anda ingat, terutama sebelum Anda menggunakan mobil, sehingga ketika pada saat Anda menemuinya Anda sudah siap. Teknik ini memang sederhana tapi membutuhkan latihan yang cukup. Teknik yang saya maksud adalah yang sering dikenal dengan "Setengah kopling". Perlu Anda pahami juga, bagi pemula yang sudah bisa teknik setengah kopling ini, bukan berarti selalu berhasil mempraktekkannya, masalah utamanya adalah lupa apa yang harusnya dilakukan dan yang kedua adalah kecenderungan menginjak rem daripada menggunakan setengah kopling, ini bisa jadi karena rem lebih familiar di berbagai kendaraan sedangkan setengah kopling hanya sering ditemui pada kendaraan roda empat. Oleh karena itu selain Anda harus ingat teknik setengah kopling, Anda juga jangan sampai panik dan keburu-buru menginjak rem, yang harus dilakukan adalah mengatur setepat mungkin kombinasi kopling dan gas, lihat kembali artikel saya tentang menguasai kopling mobil manual Jika Anda bisa mengendalikan mobil dengan setengah kopling pada tanjakan apakah dengan berhenti sama sekali atau mobil bergerak sangat perlahan, maka Anda akan dengan mudah menjalankan mobil kembali.

Beberapa kondisi dimana setengah kopling adalah yang paling ideal:
  1. keluar dari gang ke jalan raya, dimana jalan raya lebih tinggi antara 1 - 2 meter dari gang dengan kemiringan bervariasi.
  2. Melewati persimpangan jalan yang lebih tinggi dari jalan yang sedang dilewati
  3. Parkir di area yang lebih tinggi dari jalan, meskipun hanya berbeda sekitar 20 - 30 cm saja
  4. Parkir di area yang miring halus, masalahnya bukan saat berhenti terakhir di parkiran, tetapi saat memosisikan mobil, misal meluruskan mobil, atau harus menunggu antrian parkir atau ada orang lain yang melewati area parkir tersebut.


parkir mobil di trotoar yang lebih tinggi dari jalan
saat memarkir mobil di trotoar yang lebih tinggi dari jalan. kemiringan sedikit saja sudah cukup untuk membuat mobil mundur jika tidak ditahan dengan rem atau setengah kopling. tidak disarankan menggunakan rem, setengah kopling adalah yang lebih tepat.

Bagaimana jika sudah terlanjur menginjak rem di tanjakan?

Jika hal ini terjadi, jangan khawatir, masih ada teknik kedua yang dapat Anda gunakan, teknik ini biasanya digunakan jika terjadi macet di jalanan perbukitan, jembatan layang, dll yang kemiringannya cukup tajam. Karena kemiringannya cukup tajam, dan seringkali pada kondisi harus berhenti agak lama, maka jika menggunakan setangah kopling juga kurang tepat karena menyebabkan kopling cepat aus dan boros bahan bakar. Teknik ini adalah menggunakan rem tangan. Jika sudah terlanjur menginjak rem kaki, sebelum jalan kembali tarik dulu rem tangan, dengan ini Anda dapat berpindah dengan mudah ke pijakan gas. Untuk berjalan kembali, sambil mengangkat kopling perlahan (kondisi tertentu perlu dipadukan dengan gas tergantung beban dan kemiringan) lepaskan rem tangan dengan perlahan juga. Jika Anda mencobanya beberapa kali Anda akan menemukan feeling yang tepat. Cirinya, jika suara mobil sudah agak bergetar itu tandanya mesin mau mati, segera seimbangkan apakah dengan kembali menginjak kopling sedikit atau melonggarkan rem tangan sehingga secara bertahap rem tangan akan terlepas penuh, dan kopling juga terangkat penuh dan dapat memutar roda.

Menghadapi jalanan menurun

Kondisi lain dari jalanan miring adalah jalanan yang menurun, pada jalan menurun jauh lebih mudah dari menanjak karena yang digunakan adalah rem. Pada jalan menurun jika harus berhenti tinggal injak kopling penuh dan kemudian injak rem kaki (ingat ini untuk berhenti), baca kembali artikel saya terkait jalan turunan pada mengemudi mobil transmisi manual saat hendak menjalankan mobil, tinggal lepaskan rem perlahan sesuai dengan kemiringan jalan, semakin miring jalan semakin perlahan melepasnya agar tidak langsung meluncur, atur kecepatan gerak mobil dengan rem saja, jika jalan sangat miring mungkin Anda tetap membutuhkan engine break dengan mengangkat kopling, jika hanya miring sedikit seperti di parkiran biarkan kopling terinjak penuh, saat mobil tidak lagi bergerak karena jalan sudah mulai datar, kaki yang semula berada di atas rem tinggal dipindahkan ke gas dan jalankan mobil seperti biasanya.

menuruni jalan yang curam dengan rem dan engine brake
menuruni jalan yang curam dengan rem dan engine brake. hindari menginjak kopling penuh kecuali jika berhenti, karena akan membuat mobil meluncur kencang

Ketika membawa beban berat

Pada saat Anda belajar menyetir, mungkin penumpangnya hanya Anda dan patner Anda (instruktur, teman, keluarga), Ada saatnya dimana Anda harus mengemudikan mobil dengan beban yang jauh lebih berat, misal penumpangnya 7 orang, atau membawa barang banyak, atau mungkin sesekali Anda diminta bantuan untuk mengendari mobil pick up entah itu mengangkut perabot rumah atau bahkan tumpukan konblok, pasir, dll. Jangan berpikir Anda hanya akan mengemudikan mobil standar saja, seorang yang bisa menyetir keahliannya sangat dibutuhkan banyak orang, Anda harus sadari berapa banyak orang yang bisa dan yang tidak bisa menyetir, Anda pasti sudah tau yang bisa menyetir hanya sedikit, jadi bagi Anda yang sudah bisa tahap pemula ataupun mahir Anda sebenarnya adalah orang spesial yang akan dimintai tolong oleh orang lain untuk menyetir, apakah itu mengantar melayat ke orang yang meninggal, atau membantu pindahan, atau yang tak pernah Anda bayangkan sekalipun seperti dalam keadaaan darurat menggantikan sopir truk yang tidak ada pilihan lagi kecuali Andalah yang harus melakukannya agar orang lain dapat tertolong. Dengan berbegai kemungkinan maka beban yang diangkut oleh mobil pun bervariasi. Hal ini sangatlah penting karena berkaitan dengan perpaduan kopling dan kekuatan injakan gas untuk mengimbangi beban tersebut.

Dengan beban yang cukup ringan, dengan menggangkat kopling saja tanpa injak gas mobil sudah mulai bergerak, sedangkan dengan beban yang berat, harus diimbangi dengan gas, kekuatan gas perlu disesuaikan dengan seberapa besar beban, misalkan untuk membawa pick up dengan tumpukan konblok bebannya bisa mencapai setengah ton atau mungkin lebih. Dengan mesin 1000 cc jika Anda terlalu pelan menginjak gas mesin akan mati jika kopling Anda angkat penuh, tapi jika kopling tidak diangkat penuh mobil juga belum mampu berjalan. Oleh karena itu Sebelum kopling terangkat penuh (tepatnya ketika suara mobil mulai sedikit bergetar) maka tambahkan injakan gas, dengan cara ini mesin akan lebih bertenaga tanpa membuat mesin mati. Jika Anda menggunakan gas terlalu pelan dan Anda paksakan melepas penuh kopling, meskipun perlahan mesin akan tetapi mati karena tidak bisa memutar roda yang bebannya terlalu berat.

7 komentar:

setyotw mengatakan...

Pak mau nanya.....
Kalau kita bawa mobil dari jalan raya da masuk gang....eee..e..e setelah 3 meter ketemu mobil yang mau keluar ke jalan raya....jarak hidung mobil sekitar 8 meter....di tempat pertemuan terdapat dinding kiri kanan dan warung yang menempel salah satu dinding, sehingga kedua mobil tak bisa lewat.....di sini persoalan tiba...yaitu :
mana yang harus mengalah....mobil yang dari jalan raya harus mundur ke jalan raya atau mobil yang mau keluar jalan raya mundur sedikit ( menghindari warung ) agar mobil bisa saling lewat...? .Ke dua jalan , sama datar dan merata.....
Terima kasih pak.....

Roby mengatakan...

pertanyaan yang menarik, soal mobil mana yang perlu mundur itu tergantung situasi, apakah jika mundur ke jalan raya bisa atau tidak karena terlalu ramai kendaraan lain, atau apakah mundur utk mobil di gang masih memungkinkan. semuanya kembali ke mana yang lebih mungkin dilakukan.

kristi mengatakan...

Terimakasih infonya...

Arika Putri Agissa mengatakan...

Gan mau nnya gimana kalau keluar dari lorong/gang ke jalan raya terus mau berhenti krna ada mobil/motor yg mau lewat dgn berbagai kondisi jalan menurun/naik dan datar. Tks

Roby mengatakan...

@arika putri agissa
hal yg pertama yg perlu kita biasakan adalah jalankan mobil dengan pelan, ini adalah kunci keamanan dan keselamatan

selanjutnya kita perlu membiasakan setengah kopling, kemampuan ini sangat dibutuhkan sekali pada jalanan yang menaik meskipun hanya miring sedikit sekali.

jika jalan menaik dari gang ke jalan raya, jalankan mobil dengan pelan, gigi satu, ketika kita harus berhenti sementara, cukup injak kopling setengah atau sesuai kebutuhan sampai mobil berhenti, setelah siap jalan tinggal angkat lagi kopling hingga mobil kembali berjalan pelan. tetap diingat jika jalan sangat miring atau beban berat, perpaduan gas dan kopling sangat menentukan agar mobil berhenti dengan stabil.

ketika jalan menurun, ini cenderung lebih mudah, karena yg kita gunakan adalah rem, dan kopling diinjak penuh, ketika akan berjalan kembali tinggal angkat rem perlahan maka mobil kembali jalan dan seterusnya sesuaikan kopling dan gas sesuai kecepatan mobil

Utama Putra mengatakan...

Mas mw tanya,kalo mo belok si jalan sempit dan agak ramai itu bagusnya pake gigi berapa ya? Apa harus pake stngh kopling kalo harus belok? Dan apa mobil bisa jalan kalo pake gigi 2 dan belok dengan stngh kopling?

Roby mengatakan...

@utama putra
khusus utk penggunaan kopling sy jabarkan dengan lengkap disini

cara-menguasai-kopling-mengemudi-transmisi-manual

untuk berbelok di jalan sempit dan ramai, cukup gunakan gigi 1. pada kondisi pelan kita akan sering sekali memainkan kopling. mobil juga bisa jalan dgn gigi 2, dengan catatan kita perlu memperhatikan beban dan kecepatan kendaraan sebelumnya, setengah kopling juga bisa digunakan di gigi 2, silahkan baca terlebih duhulu penjelasan saya di link di atas

Posting Komentar

Catatan: Hanya anggota dari blog ini yang dapat mengirim komentar.

 

Copyright © 2011 my-much blog | Design by Kenga Ads-template